oleh Diskominfo Merangin | Senin, 30 Maret, 2026 | Artikel
Oleh: Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Liburan telah usai, dan masa istirahat panjang yang diisi dengan momen kebersamaan bersama keluarga, silaturahmi antar kerabat, serta merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1447 H telah berakhir. Kini tiba saatnya seluruh siswa di Kabupaten Merangin kembali melangkahkan kaki dengan penuh semangat menuju gerbang sekolah untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka.
Setelah melalui masa perayaan yang penuh berkah dan kehangatan, putra-putri bangsa harus kembali fokus pada aktivitas belajar mengajar. Pendidikan bukan hanya sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa dan menentukan arah kemajuan negara di masa depan. Anak-anak adalah harapan kita sekaligus pemegang amanah untuk membawa nama baik Indonesia ke kancah yang lebih luas.
Di tengah lajunya perkembangan era modernisasi dan digitalisasi saat ini, tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan semakin kompleks. Oleh karena itu, bekal ilmu pengetahuan yang komprehensif serta akhlak mulia yang kokoh menjadi hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Meskipun metode pembelajaran, sarana prasarana, dan pola interaksi antara pendidik dan peserta didik saat ini berbeda secara signifikan dengan masa lalu, namun harapan kita sebagai bangsa tetap sama, mencetak generasi emas yang tidak hanya berkualitas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang luhur dan integritas yang tinggi.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, terus dititipkan amanah pendidikan yang mulia ini kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Merangin. Peran pendidik tidak hanya sebatas sebagai pemberi ilmu, melainkan juga sebagai pembimbing dan contoh teladan bagi siswa. Semoga setiap upaya pengajaran, bimbingan, dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Kepada seluruh siswa di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Merangin, mari kita tingkatkan semangat untuk menuntut ilmu. Jadikanlah setiap hari di sekolah sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperdalam wawasan, dan membangun karakter yang kuat. Raihlah cita-cita setinggi langit dengan kerja keras dan ketekunan, karena keberhasilan masing-masing anak-anak akan menjadi pijakan kemajuan bagi masa depan yang cerah dan kemakmuran bagi Kabupaten Merangin dan negeri tercinta.
(Kominfo Merangin)
oleh Diskominfo Merangin | Sabtu, 28 Maret, 2026 | Artikel
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM
Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Era digitalisasi benar-benar menjadi tonggak penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan mendasar yang tidak terbayangkan beberapa dekade yang lalu, menyentuh setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.
Merubah banyak sendi kehidupan masyarakat, mulai dari cara kita bekerja, belajar, bertransaksi, hingga berkomunikasi dengan sesama. Tidak ada lagi batasan waktu dan jarak yang menjadi penghalang untuk mengakses informasi atau menghubungi orang lain di mana pun mereka berada.
Hari ini, pola hidup kita telah mengalami pergeseran yang signifikan. Tidak ada lagi rapat bawa buku catatan tebal, belanja bawa uang tunai, mengaji bawa Alqur’an fisik, atau mencari informasi harus mengunjungi perpustakaan. Segala sesuatu yang dulu membutuhkan benda nyata kini dapat diakses dengan mudah melalui perangkat kecil yang praktis.
Kini yang berfungsi hanya dalam genggaman kita bernama smartphone atau telepon pintar. Sebuah alat yang sekecil itu mampu menyimpan ribuan buku, mengakses jutaan informasi, melakukan transaksi keuangan, dan menghubungkan kita dengan seluruh dunia dalam sekejap mata.
Sisi positif dari kemajuan ini sungguh luar biasa. Bahan perkembangan dunia dalam sekejap dapat kita lihat dan tonton, mulai dari berita terkini dari berbagai negara, penemuan ilmiah terbaru, hingga konten pendidikan yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kita. Kita juga dapat dengan mudah menjalin hubungan dengan keluarga dan teman, bahkan berbagi karya kreatif untuk menginspirasi orang lain.
Tapi sisi negatif juga harus terus kita antisipasi. Berbagai ancaman seperti penipuan daring, judi online, pinjaman online yang tidak jelas legalitasnya. Bahkan dari media sosial yang ada dalam smartphone kita tidak sedikit menghadirkan tayangan porno, berita hoax, dan konten negatif lainnya yang dapat merusak moral dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, kita tetap harus waspada dan cermat dalam menggunakan teknologi.
Dunia hari ini dalam genggaman kita masing-masing, namun semuanya kembali kepada siapa penggunaannya. Sebagai pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab, mari kita manfaatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan bersama, bangun masa depan yang lebih baik, dan jaga keamanan serta kemudahan diri dan lingkungan sekitar kita.
(Kominfo Merangin)
oleh Diskominfo Merangin | Jumat, 27 Maret, 2026 | Artikel
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Sampah menjadi salah satu permasalahan nasional yang menghadang upaya pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah sampah yang terus meningkat dari hari ke hari tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan kelangsungan ekosistem lokal. Lebih dari itu, sampah menjadi indikator kemajuan sebuah daerah atau kota, karena kondisi pengelolaan sampah yang baik mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat serta komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan lingkungan.
Tugas mengatasi permasalahan sampah bukan menjadi beban tunggal salah satu pihak. Sebaliknya, ini adalah tugas bersama yang harus dilaksanakan secara sinergis antara Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Kedua pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Pemerintah telah menyusun berbagai fasilitas dan mekanisme pengelolaan sampah. Di antaranya adalah penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai lokasi strategis, sarana angkutan sampah yang memadai, petugas yang telah dilatih untuk menjalankan tugasnya dengan baik, serta pembangunan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memenuhi standar teknis dan lingkungan. Di sisi lain, peran masyarakat tidak kalah penting: masyarakat diharapkan dapat menjalankan kewajiban untuk membuang sampah dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku, serta menghindari praktik membuang sampah sembarangan yang telah lama menjadi masalah kronis.
Sekarang bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan ketika menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Semua pihak harus melakukan evaluasi diri secara jujur dan menyadari bahwa penyelesaian permasalahan sampah hanya dapat tercapai jika setiap elemen masyarakat dan pemerintah bekerja sama dengan penuh kesadaran tanggung jawab. Baik Pemerintah maupun masyarakat harus bersikap serius dan memiliki komitmen yang kuat untuk “berperang” melawan masalah sampah. Aturan yang telah ditetapkan mesti ditegakkan dengan tegas dan harus dipatuhi secara bersama-sama oleh semua pihak. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan bermasyarakat. Kita harus bersepakat untuk tidak lagi membuang sampah di luar area yang telah ditentukan, tidak membuang sampah di sungai atau badan air lainnya, tidak membuang sampah di pinggir-pinggir jalan, dan tidak melakukan tindakan melempar sampah dari kendaraan apapun—baik mobil maupun motor—selama berkendara di sepanjang jalan, tanpa memandang jenis sampah yang akan dibuang.
Kita yakin sepenuhnya bahwa ketika semua pihak—baik pemerintah, lembaga terkait, maupun seluruh masyarakat—sungguh-sungguh peduli dengan permasalahan sampah, maka masalah ini akan segera menemukan titik terang dan dapat diselesaikan secara tuntas. Bersih itu indah; saatnya kita semua menunjukkan komitmen yang nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh komponen masyarakat serta generasi mendatang.
(Kominfo Merangin)
oleh Diskominfo Merangin | Jumat, 20 Maret, 2026 | Artikel
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Hoax masih menjadi salah satu tantangan yang merusak informasi di media sosial saat ini. Keberadaan konten yang tidak benar ini telah mengganggu kualitas informasi yang beredar dan berdampak pada keharmonisan masyarakat. Dimana hoax adalah informasi palsu atau tidak benar yang disebarkan dengan sengaja untuk menyesatkan publik, baik dengan tujuan tertentu maupun tanpa alasan yang jelas.
Hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan akun-akun palsu sengaja memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Akun-akun semacam ini sering kali dibuat tanpa identitas yang jelas, sehingga sulit untuk dilacak dan ditindak secara hukum. Tindakan ini tidak hanya merusak kredibilitas ruang informasi di media sosial, tetapi juga dapat memicu konflik antarindividu atau kelompok masyarakat.
Hoax ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan informasi palsu sepenuhnya, memotong sebagian informasi resmi sehingga maknanya berubah, menghapus sebagian informasi resmi yang penting, bahkan mengganti informasi resmi dengan konten yang dibuat secara sepihak. Sehingga masyarakat yang tidak paham konteks secara lengkap langsung membuat komentar negatif tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini selanjutnya menyebabkan informasi yang menyesatkan berkembang pesat dan membuat hubungan antarwarga masyarakat saling memburukkan.
Ayo sudah saatnya kita hindari hoax, baik dari sisi tidak menyebarkan maupun tidak mudah mempercayai konten yang belum jelas kebenarannya. Karena cepat atau lambat para penyebar hoax pasti akan menanggung akibatnya, baik secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku maupun secara moral dari masyarakat.
Masyarakat pengguna media sosial juga diharapkan jangan mudah termakan informasi hoax, apalagi yang menyebarkan adalah akun-akun palsu yang tidak berani memperlihatkan wujud aslinya. Sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi, disarankan untuk memverifikasinya melalui sumber resmi seperti situs web pemerintah, lembaga berita terpercaya, atau instansi terkait. Semoga media sosial kita jadikan salah satu pilihan memberikan informasi yang positif dan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk kemajuan bersama.
(Kominfo Merangin)
oleh Diskominfo Merangin | Rabu, 18 Maret, 2026 | Artikel
Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Idul Fitri merupakan momentum sakral bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Momen hari raya ini menjadi titik temu kebahagiaan setelah melalui berbagai latihan kesabaran, keteguhan hati, serta nilai-nilai kedermawanan yang diasah selama bulan Ramadhan. Tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, kedatangan Idul Fitri juga membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat, karena hari raya ini berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia.
Sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa telah memberikan pelajaran mendalam terkait kedisiplinan diri dan empati sosial. Bahkan menjelang momen Idul Fitri, berbagai upaya dilakukan secara maksimal untuk menyambutnya dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Aktivitas tersebut mencakup tradisi mudik lebaran yang menjadi sarana untuk kembali ke lingkungan keluarga asal, pemilihan pakaian lebaran sebagai bentuk penghormatan terhadap momen suci, persiapan aneka kue serta hidangan lebaran yang akan disajikan bersama sanak saudara, hingga kegiatan pembersihan rumah tangga dan lingkungan sekitar untuk menyambut kedatangan tamu serta keluarga dengan suasana yang nyaman dan bersih.
Namun demikian, terdapat satu hal yang tidak boleh terlewatkan dan harus terus dijaga, yaitu nilai silaturahmi. Nilai ini menjadi inti serta tujuan utama dari hari raya Idul Fitri. Silaturahmi diwujudkan melalui hubungan anak kepada orang tua sebagai bentuk wujud rasa hormat dan kasih sayang, saudara kepada saudara untuk mempererat tali persaudaraan, teman kepada teman untuk memperkuat ikatan persahabatan, tetangga kepada tetangga untuk menjaga keharmonisan lingkungan hidup, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Saling memberi serta meminta maaf menjadi tradisi yang mulia dan patut dilestarikan. Bahkan dalam beberapa kasus, pihak yang tidak memiliki kesalahan pun secara sukarela meminta maaf dan memberikan maaf; pada titik inilah terkandung keindahan nilai-nilai Idul Fitri yang mengajarkan kita untuk hidup dengan sikap rendah hati dan saling memaafkan.
Selain itu, dalam suasana kegembiraan Idul Fitri yang seringkali diisi dengan kegiatan silaturahmi dan mungkin juga waktu untuk berliburan, terdapat aspek penting yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ibadah. Selama satu bulan penuh, kita telah mendapatkan pembinaan melalui berbagai amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, nilai-nilai serta kedisiplinan ibadah tersebut tidak boleh hilang begitu saja setelah hari raya berakhir. Sholat fardhu serta ibadah lainnya harus tetap dilaksanakan dengan konsisten, menjaga keutuhan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai umat Muslim.
Selamat merasakan kegembiraan hari raya, selamat bersilaturahmi, serta selamat berlibur. Semoga Idul Fitri 1447 H dapat membawa berkah dan kebaikan yang melimpah bagi kita semua.
(Kominfo Merangin)
oleh Diskominfo Merangin | Selasa, 17 Maret, 2026 | Artikel
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Istilah mudik merupakan istilah yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, merujuk pada perjalanan pulang ke kampung halaman atau tempat asal, biasanya dilakukan pada momen-momen besar seperti hari raya Idul Fitri. Kata ini sendiri berasal dari bahasa Jawa “mulih dalem” yang berarti kembali ke tempat asal, dan seiring waktu menjadi istilah yang digunakan secara luas di seluruh wilayah negara ini.
Mudik Lebaran merupakan tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan, rasa hormat terhadap leluhur, serta keinginan untuk berkumpul bersama orang tersayang setelah menjalani bulan suci Ramadhan yang penuh dengan ibadah dan introspeksi diri.
Tujuan mudik antara lain untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar, memberikan salam hormat kepada orang tua dan kerabat yang lebih tua, serta mempererat tali silaturahmi yang mungkin telah jarang terjaga akibat kesibukan di kota. Selain itu, mudik juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenal akar budaya dan tanah kelahiran yang telah membentuk identitas diri setiap individu.
Sehingga mudik menjadi wajib dalam pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai bentuk kewajiban keluarga, namun juga sebagai cara untuk merenungkan makna kebersamaan dan kembali pada akar budaya yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman suku dan budaya yang ada.
Mudik tetap memperhatikan aspek keamanan di jalan, mulai dari memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengikuti peraturan lalu lintas, menghindari mengemudi dalam kondisi lelah, serta selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Dan jangan lupa rumah dan barang yang ditinggal, pastikan untuk mengunci pintu dan jendela dengan rapi, mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, serta meminta bantuan tetangga atau keluarga terdekat untuk menjaga keamanan tempat tinggal selama berpergian.
Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan dapat bertemu orang-orang yang dicintai dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Semoga perjalanan lancar dan kampung halaman tercinta menyambut kedatangan dengan hangatnya kasih sayang keluarga.
Selamat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan penuh kegembiraan, berkah, dan kebaikan. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan kita dapat menjalani hari raya dengan penuh rasa syukur serta saling memaafkan satu sama lain.
(Kominfo Merangin)