Oleh: Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Liburan telah usai, dan masa istirahat panjang yang diisi dengan momen kebersamaan bersama keluarga, silaturahmi antar kerabat, serta merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1447 H telah berakhir. Kini tiba saatnya seluruh siswa di Kabupaten Merangin kembali melangkahkan kaki dengan penuh semangat menuju gerbang sekolah untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka.
Setelah melalui masa perayaan yang penuh berkah dan kehangatan, putra-putri bangsa harus kembali fokus pada aktivitas belajar mengajar. Pendidikan bukan hanya sekadar proses transfer ilmu pengetahuan, melainkan merupakan fondasi utama dalam membangun peradaban bangsa dan menentukan arah kemajuan negara di masa depan. Anak-anak adalah harapan kita sekaligus pemegang amanah untuk membawa nama baik Indonesia ke kancah yang lebih luas.
Di tengah lajunya perkembangan era modernisasi dan digitalisasi saat ini, tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan semakin kompleks. Oleh karena itu, bekal ilmu pengetahuan yang komprehensif serta akhlak mulia yang kokoh menjadi hal yang sangat fundamental dan tidak dapat dipisahkan. Meskipun metode pembelajaran, sarana prasarana, dan pola interaksi antara pendidik dan peserta didik saat ini berbeda secara signifikan dengan masa lalu, namun harapan kita sebagai bangsa tetap sama, mencetak generasi emas yang tidak hanya berkualitas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang luhur dan integritas yang tinggi.
Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, terus dititipkan amanah pendidikan yang mulia ini kepada seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Merangin. Peran pendidik tidak hanya sebatas sebagai pemberi ilmu, melainkan juga sebagai pembimbing dan contoh teladan bagi siswa. Semoga setiap upaya pengajaran, bimbingan, dan dukungan yang diberikan kepada anak-anak menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, baik di dunia maupun di akhirat.
Kepada seluruh siswa di seluruh jenjang pendidikan di Kabupaten Merangin, mari kita tingkatkan semangat untuk menuntut ilmu. Jadikanlah setiap hari di sekolah sebagai kesempatan berharga untuk mengembangkan potensi diri, memperdalam wawasan, dan membangun karakter yang kuat. Raihlah cita-cita setinggi langit dengan kerja keras dan ketekunan, karena keberhasilan masing-masing anak-anak akan menjadi pijakan kemajuan bagi masa depan yang cerah dan kemakmuran bagi Kabupaten Merangin dan negeri tercinta.
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM
Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Era digitalisasi benar-benar menjadi tonggak penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan mendasar yang tidak terbayangkan beberapa dekade yang lalu, menyentuh setiap aspek kehidupan kita sehari-hari.
Merubah banyak sendi kehidupan masyarakat, mulai dari cara kita bekerja, belajar, bertransaksi, hingga berkomunikasi dengan sesama. Tidak ada lagi batasan waktu dan jarak yang menjadi penghalang untuk mengakses informasi atau menghubungi orang lain di mana pun mereka berada.
Hari ini, pola hidup kita telah mengalami pergeseran yang signifikan. Tidak ada lagi rapat bawa buku catatan tebal, belanja bawa uang tunai, mengaji bawa Alqur’an fisik, atau mencari informasi harus mengunjungi perpustakaan. Segala sesuatu yang dulu membutuhkan benda nyata kini dapat diakses dengan mudah melalui perangkat kecil yang praktis.
Kini yang berfungsi hanya dalam genggaman kita bernama smartphone atau telepon pintar. Sebuah alat yang sekecil itu mampu menyimpan ribuan buku, mengakses jutaan informasi, melakukan transaksi keuangan, dan menghubungkan kita dengan seluruh dunia dalam sekejap mata.
Sisi positif dari kemajuan ini sungguh luar biasa. Bahan perkembangan dunia dalam sekejap dapat kita lihat dan tonton, mulai dari berita terkini dari berbagai negara, penemuan ilmiah terbaru, hingga konten pendidikan yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan kita. Kita juga dapat dengan mudah menjalin hubungan dengan keluarga dan teman, bahkan berbagi karya kreatif untuk menginspirasi orang lain.
Tapi sisi negatif juga harus terus kita antisipasi. Berbagai ancaman seperti penipuan daring, judi online, pinjaman online yang tidak jelas legalitasnya. Bahkan dari media sosial yang ada dalam smartphone kita tidak sedikit menghadirkan tayangan porno, berita hoax, dan konten negatif lainnya yang dapat merusak moral dan keharmonisan masyarakat. Oleh karena itu, kita tetap harus waspada dan cermat dalam menggunakan teknologi.
Dunia hari ini dalam genggaman kita masing-masing, namun semuanya kembali kepada siapa penggunaannya. Sebagai pengguna yang cerdas dan bertanggung jawab, mari kita manfaatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan bersama, bangun masa depan yang lebih baik, dan jaga keamanan serta kemudahan diri dan lingkungan sekitar kita.
Bangko – Dalam upaya mendukung kebersihan lingkungan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong pembersihan sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik, salah satunya di sekitar Taman Bujang Upik yang berada di depan kantor Diskominfo. Para staf Diskominfo tampak antusias membersihkan sampah dan merapikan lingkungan sekitar taman.
Selain itu, sebagian staf juga melakukan gotong royong di area sekitar kantor Diskominfo guna memastikan lingkungan kerja tetap bersih dan nyaman.
Dalam kegiatan ini, para peserta membawa berbagai peralatan kebersihan seperti sapu, sabit, kantong sampah, serta mesin pemotong rumput untuk menunjang proses pembersihan.
Partisipasi Diskominfo dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Merangin dalam gerakan “perang terhadap sampah”. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan asri.
Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat, sehingga Kabupaten Merangin dapat terbebas dari permasalahan sampah di masa mendatang. (Zeri-Uli/Diskominfo)
Oleh. Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin
Sampah menjadi salah satu permasalahan nasional yang menghadang upaya pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah sampah yang terus meningkat dari hari ke hari tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan kelangsungan ekosistem lokal. Lebih dari itu, sampah menjadi indikator kemajuan sebuah daerah atau kota, karena kondisi pengelolaan sampah yang baik mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat serta komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan lingkungan.
Tugas mengatasi permasalahan sampah bukan menjadi beban tunggal salah satu pihak. Sebaliknya, ini adalah tugas bersama yang harus dilaksanakan secara sinergis antara Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Kedua pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.
Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Pemerintah telah menyusun berbagai fasilitas dan mekanisme pengelolaan sampah. Di antaranya adalah penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai lokasi strategis, sarana angkutan sampah yang memadai, petugas yang telah dilatih untuk menjalankan tugasnya dengan baik, serta pembangunan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memenuhi standar teknis dan lingkungan. Di sisi lain, peran masyarakat tidak kalah penting: masyarakat diharapkan dapat menjalankan kewajiban untuk membuang sampah dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku, serta menghindari praktik membuang sampah sembarangan yang telah lama menjadi masalah kronis.
Sekarang bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan ketika menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Semua pihak harus melakukan evaluasi diri secara jujur dan menyadari bahwa penyelesaian permasalahan sampah hanya dapat tercapai jika setiap elemen masyarakat dan pemerintah bekerja sama dengan penuh kesadaran tanggung jawab. Baik Pemerintah maupun masyarakat harus bersikap serius dan memiliki komitmen yang kuat untuk “berperang” melawan masalah sampah. Aturan yang telah ditetapkan mesti ditegakkan dengan tegas dan harus dipatuhi secara bersama-sama oleh semua pihak. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan bermasyarakat. Kita harus bersepakat untuk tidak lagi membuang sampah di luar area yang telah ditentukan, tidak membuang sampah di sungai atau badan air lainnya, tidak membuang sampah di pinggir-pinggir jalan, dan tidak melakukan tindakan melempar sampah dari kendaraan apapun—baik mobil maupun motor—selama berkendara di sepanjang jalan, tanpa memandang jenis sampah yang akan dibuang.
Kita yakin sepenuhnya bahwa ketika semua pihak—baik pemerintah, lembaga terkait, maupun seluruh masyarakat—sungguh-sungguh peduli dengan permasalahan sampah, maka masalah ini akan segera menemukan titik terang dan dapat diselesaikan secara tuntas. Bersih itu indah; saatnya kita semua menunjukkan komitmen yang nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh komponen masyarakat serta generasi mendatang.
Setelah secara resmi Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS yang akrab disapa Akhoi, atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat di wilayah Kabupaten Merangin maupun seantero nusantara.
Menurut pria yang dikenal murah senyum tersebut, momentum Idul Fitri 1447 H hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi yang mendalam serta kesempatan untuk saling maaf memaafkan. Sebagaimana sifat manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, ia mengingatkan bahwa dosa yang dilakukan kepada Allah SWT harus dimintai ampunan-Nya, sedangkan kesalahan yang menimpa sesama manusia perlu diikuti dengan permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang bersangkutan. Hal ini relevan mengingat dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pergaulan sehari-hari, pelaksanaan pekerjaan, pelayanan masyarakat, hingga hubungan tetangga dan rumah tangga, kesalahan tidak dapat dihindari sepenuhnya.
Tidak lupa, Akhoi juga mengajak seluruh pengguna media sosial untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri maupun konten lainnya. Ia menekankan agar setiap bentuk pesan atau status yang dibagikan tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung perasaan, berbau hoaks, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian, sindiran agama, ras, suku, atau golongan (SARA) yang berpotensi menimbulkan ketidakbaikan dan konflik di tengah masyarakat.
“Marilah kita rayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini, dengan suka cita bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta. Namun demikian, ibadah yang telah kita jalankan dengan penuh kesungguhan selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan tidak boleh terlupakan dan ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.
Pada bagian akhir pesannya, Akhoi mendoakan semoga seluruh ibadah puasa Ramadhan tahun 1447 H yang telah kita laksanakan dapat diterima dengan penuh rahmat dari Allah SWT, dan kita semua diberikan kesempatan untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan di tahun mendatang.
“Taqobballahu Mina Waminkum Taqobbal Yakarim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.”
BANGKO — Sebagai langkah perlindungan terhadap warga satuan pendidikan di tengah kabut asap, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin menetapkan...
MERANGIN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di...