Kadis Kominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin AS Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Kadis Kominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin AS Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Setelah secara resmi Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS yang akrab disapa Akhoi, atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat di wilayah Kabupaten Merangin maupun seantero nusantara.

Menurut pria yang dikenal murah senyum tersebut, momentum Idul Fitri 1447 H hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi yang mendalam serta kesempatan untuk saling maaf memaafkan. Sebagaimana sifat manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, ia mengingatkan bahwa dosa yang dilakukan kepada Allah SWT harus dimintai ampunan-Nya, sedangkan kesalahan yang menimpa sesama manusia perlu diikuti dengan permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang bersangkutan. Hal ini relevan mengingat dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pergaulan sehari-hari, pelaksanaan pekerjaan, pelayanan masyarakat, hingga hubungan tetangga dan rumah tangga, kesalahan tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Tidak lupa, Akhoi juga mengajak seluruh pengguna media sosial untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri maupun konten lainnya. Ia menekankan agar setiap bentuk pesan atau status yang dibagikan tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung perasaan, berbau hoaks, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian, sindiran agama, ras, suku, atau golongan (SARA) yang berpotensi menimbulkan ketidakbaikan dan konflik di tengah masyarakat.

“Marilah kita rayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini, dengan suka cita bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta. Namun demikian, ibadah yang telah kita jalankan dengan penuh kesungguhan selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan tidak boleh terlupakan dan ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.

Pada bagian akhir pesannya, Akhoi mendoakan semoga seluruh ibadah puasa Ramadhan tahun 1447 H yang telah kita laksanakan dapat diterima dengan penuh rahmat dari Allah SWT, dan kita semua diberikan kesempatan untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan di tahun mendatang.

“Taqobballahu Mina Waminkum Taqobbal Yakarim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.”

(Kominfo Merangin)

Hoax Merusak Informasi Media Sosial

Hoax Merusak Informasi Media Sosial

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Hoax masih menjadi salah satu tantangan yang merusak informasi di media sosial saat ini. Keberadaan konten yang tidak benar ini telah mengganggu kualitas informasi yang beredar dan berdampak pada keharmonisan masyarakat. Dimana hoax adalah informasi palsu atau tidak benar yang disebarkan dengan sengaja untuk menyesatkan publik, baik dengan tujuan tertentu maupun tanpa alasan yang jelas.

Hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan akun-akun palsu sengaja memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Akun-akun semacam ini sering kali dibuat tanpa identitas yang jelas, sehingga sulit untuk dilacak dan ditindak secara hukum. Tindakan ini tidak hanya merusak kredibilitas ruang informasi di media sosial, tetapi juga dapat memicu konflik antarindividu atau kelompok masyarakat.

Hoax ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan informasi palsu sepenuhnya, memotong sebagian informasi resmi sehingga maknanya berubah, menghapus sebagian informasi resmi yang penting, bahkan mengganti informasi resmi dengan konten yang dibuat secara sepihak. Sehingga masyarakat yang tidak paham konteks secara lengkap langsung membuat komentar negatif tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini selanjutnya menyebabkan informasi yang menyesatkan berkembang pesat dan membuat hubungan antarwarga masyarakat saling memburukkan.

Ayo sudah saatnya kita hindari hoax, baik dari sisi tidak menyebarkan maupun tidak mudah mempercayai konten yang belum jelas kebenarannya. Karena cepat atau lambat para penyebar hoax pasti akan menanggung akibatnya, baik secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku maupun secara moral dari masyarakat.

Masyarakat pengguna media sosial juga diharapkan jangan mudah termakan informasi hoax, apalagi yang menyebarkan adalah akun-akun palsu yang tidak berani memperlihatkan wujud aslinya. Sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi, disarankan untuk memverifikasinya melalui sumber resmi seperti situs web pemerintah, lembaga berita terpercaya, atau instansi terkait. Semoga media sosial kita jadikan salah satu pilihan memberikan informasi yang positif dan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk kemajuan bersama.

(Kominfo Merangin)

Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Ahmad Khoiruddin AS atau dikenal Akhoi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, telah merilis Twibbon Idul Fitri 1447 H milik Pemerintah Kabupaten Merangin. Twibbon ini disampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Merangin baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Merangin.

Sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari kemenangan umat muslim, Akhoi menyatakan bahwa tujuan peluncuran twibbon ini adalah agar gema dan semarak Idul Fitri dapat terasa lebih meriah dan menyatu di antara seluruh lapisan masyarakat. Melalui penggunaan twibbon yang dapat diakses dengan mudah di berbagai platform media sosial, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan momen suci ini.

“Silakan manfaatkan Twibbon Idul Fitri 1447 H ini untuk merayakan hari raya Idul Fitri tahun ini. Jadikan sebagai sarana untuk menyampaikan ucapan selamat dan mempererat hubungan antar sesama,” ujar Akhoi.

Tak hanya itu, Akhoi juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf secara terhormat. Atas nama pribadi, keluarga, Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, serta Pemerintah Kabupaten Merangin, ia menyadari bahwa selama ini dalam pergaulan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pasti terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan. “Untuk itu, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita semua, serta silaturahmi kita tetap terjalin dengan baik dan erat,” pungkasnya.

Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU dapat diakses melalui link https://twb.nz/fitri47

(Kominfo Merangin)

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Idul Fitri merupakan momentum sakral bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Momen hari raya ini menjadi titik temu kebahagiaan setelah melalui berbagai latihan kesabaran, keteguhan hati, serta nilai-nilai kedermawanan yang diasah selama bulan Ramadhan. Tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, kedatangan Idul Fitri juga membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat, karena hari raya ini berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia.

Sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa telah memberikan pelajaran mendalam terkait kedisiplinan diri dan empati sosial. Bahkan menjelang momen Idul Fitri, berbagai upaya dilakukan secara maksimal untuk menyambutnya dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Aktivitas tersebut mencakup tradisi mudik lebaran yang menjadi sarana untuk kembali ke lingkungan keluarga asal, pemilihan pakaian lebaran sebagai bentuk penghormatan terhadap momen suci, persiapan aneka kue serta hidangan lebaran yang akan disajikan bersama sanak saudara, hingga kegiatan pembersihan rumah tangga dan lingkungan sekitar untuk menyambut kedatangan tamu serta keluarga dengan suasana yang nyaman dan bersih.

Namun demikian, terdapat satu hal yang tidak boleh terlewatkan dan harus terus dijaga, yaitu nilai silaturahmi. Nilai ini menjadi inti serta tujuan utama dari hari raya Idul Fitri. Silaturahmi diwujudkan melalui hubungan anak kepada orang tua sebagai bentuk wujud rasa hormat dan kasih sayang, saudara kepada saudara untuk mempererat tali persaudaraan, teman kepada teman untuk memperkuat ikatan persahabatan, tetangga kepada tetangga untuk menjaga keharmonisan lingkungan hidup, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Saling memberi serta meminta maaf menjadi tradisi yang mulia dan patut dilestarikan. Bahkan dalam beberapa kasus, pihak yang tidak memiliki kesalahan pun secara sukarela meminta maaf dan memberikan maaf; pada titik inilah terkandung keindahan nilai-nilai Idul Fitri yang mengajarkan kita untuk hidup dengan sikap rendah hati dan saling memaafkan.

Selain itu, dalam suasana kegembiraan Idul Fitri yang seringkali diisi dengan kegiatan silaturahmi dan mungkin juga waktu untuk berliburan, terdapat aspek penting yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ibadah. Selama satu bulan penuh, kita telah mendapatkan pembinaan melalui berbagai amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, nilai-nilai serta kedisiplinan ibadah tersebut tidak boleh hilang begitu saja setelah hari raya berakhir. Sholat fardhu serta ibadah lainnya harus tetap dilaksanakan dengan konsisten, menjaga keutuhan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai umat Muslim.

Selamat merasakan kegembiraan hari raya, selamat bersilaturahmi, serta selamat berlibur. Semoga Idul Fitri 1447 H dapat membawa berkah dan kebaikan yang melimpah bagi kita semua.

(Kominfo Merangin)

Mudik Lebaran Tradisi Istimewa Masyarakat Indonesia

Mudik Lebaran Tradisi Istimewa Masyarakat Indonesia

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Istilah mudik merupakan istilah yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, merujuk pada perjalanan pulang ke kampung halaman atau tempat asal, biasanya dilakukan pada momen-momen besar seperti hari raya Idul Fitri. Kata ini sendiri berasal dari bahasa Jawa “mulih dalem” yang berarti kembali ke tempat asal, dan seiring waktu menjadi istilah yang digunakan secara luas di seluruh wilayah negara ini.

Mudik Lebaran merupakan tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan, rasa hormat terhadap leluhur, serta keinginan untuk berkumpul bersama orang tersayang setelah menjalani bulan suci Ramadhan yang penuh dengan ibadah dan introspeksi diri.

Tujuan mudik antara lain untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar, memberikan salam hormat kepada orang tua dan kerabat yang lebih tua, serta mempererat tali silaturahmi yang mungkin telah jarang terjaga akibat kesibukan di kota. Selain itu, mudik juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenal akar budaya dan tanah kelahiran yang telah membentuk identitas diri setiap individu.

Sehingga mudik menjadi wajib dalam pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai bentuk kewajiban keluarga, namun juga sebagai cara untuk merenungkan makna kebersamaan dan kembali pada akar budaya yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman suku dan budaya yang ada.

Mudik tetap memperhatikan aspek keamanan di jalan, mulai dari memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengikuti peraturan lalu lintas, menghindari mengemudi dalam kondisi lelah, serta selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Dan jangan lupa rumah dan barang yang ditinggal, pastikan untuk mengunci pintu dan jendela dengan rapi, mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, serta meminta bantuan tetangga atau keluarga terdekat untuk menjaga keamanan tempat tinggal selama berpergian.

Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan dapat bertemu orang-orang yang dicintai dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Semoga perjalanan lancar dan kampung halaman tercinta menyambut kedatangan dengan hangatnya kasih sayang keluarga.

Selamat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan penuh kegembiraan, berkah, dan kebaikan. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan kita dapat menjalani hari raya dengan penuh rasa syukur serta saling memaafkan satu sama lain.

(Kominfo Merangin)