Bangko – Jumat, 29 Mei 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin mengikuti kegiatan senam bersama dan gotong royong yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Merangin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan diawali dengan senam pagi yang dilaksanakan di depan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti senam bersama dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Usai kegiatan senam, acara dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan lingkungan serta gerakan menanam tanaman herbal di kawasan Taman Kota Bangko. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.
Staf Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh semangat. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antarpegawai serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan peduli lingkungan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. (Zeri/Diskominfo)
Oleh: Ahmad Khoiruddin AS
(Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin)
Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali kita rayakan dengan penuh rasa syukur, takbir yang menggema, dan hati yang bahagia. Momen suci ini bukan sekadar perayaan tradisi atau ibadah semata, melainkan sebuah panggilan agung yang membawa pesan mendalam bagi kehidupan kita sebagai manusia, terutama bagi kita warga Kabupaten Merangin Bumi Tali Undang Tambang Teliti.
Idul Adha, atau yang dikenal sebagai Hari Raya Haji atau juga Hari Raya Kurban, adalah hari pengorbanan. Di hari inilah kita mengenang kembali keteladanan perjuangan Nabi Ibrahim AS yang siap mengorbankan apa pun yang dicintainya demi menaati perintah Allah SWT, serta ketaatan Nabi Ismail AS yang ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Dari kisah agung inilah, nilai-nilai luhur seperti ketaqwaan, keikhlasan, dan semangat berbagi sesama tumbuh dan menjadi landasan utama ajaran perayaan ini.
Nilai pertama dan paling mendasar yang diajarkan Idul Adha adalah Ketaqwaan. Ketaqwaan berarti menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap langkah, pekerjaan, dan pengambilan keputusan. Bagi kita semua, baik sebagai pejabat pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, maupun masyarakat umum, taqwa adalah pondasi karakter. Tanpa taqwa, kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi bisa menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi di era digital yang serba terbuka dan cepat ini, ketaqwaan menjadi kompas kita dalam bermedia sosial, menyaring informasi, dan menyebarkan hal-hal yang baik dan benar. Taqwa mengajarkan kita untuk takut melanggar aturan, jujur dalam bertindak, dan bertanggung jawab atas setiap perkataan yang terucap atau tertulis.
Nilai kedua yang sangat erat dengan makna Idul Adha adalah Keikhlasan. Kurban sejatinya bukanlah tentang mahal atau murahnya hewan yang kita sembelih, bukan pula tentang banyaknya daging yang kita bagikan. Kurban adalah tentang ketulusan hati dalam beribadah. Allah SWT berfirman bahwa bukan daging dan darah hewan kurban itu yang sampai kepada-Nya, melainkan ketaqwaan dan keikhlasan kita.
Nilai ketiga yang menjadi jiwa dari perayaan ini adalah Berbagi Sesama. Kurban adalah bukti nyata kepedulian. Melalui penyembelihan hewan kurban, kita diajak untuk membagikan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka yang kurang mampu, anak yatim, kaum dhuafa, dan tetangga sekitar. Berbagi mengajarkan kita untuk tidak hidup sendiri, tidak serakah, dan tidak merasa bahagia sendirian. Kebahagiaan sejati justru lahir ketika kita bisa melihat saudara kita yang lain juga tersenyum dan merasa cukup.
Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri. Tanamkan dalam sanubari bahwa ketaqwaan, keikhlasan, dan semangat berbagi adalah kunci kesuksesan hidup kita di dunia dan akhirat. Semoga setiap tetes darah hewan kurban yang kita sembelih menjadi tanda bukti ketaatan kita kepada Allah SWT, dan setiap daging yang kita bagikan menjadi jembatan keberkahan dan persaudaraan yang kian erat.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M. Mari kita bergerak bersama, taat, ikhlas, dan saling berbagi, demi Merangin BARU 2030.
Bangko – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS atau akrab disapa Akhoi, menggelar pertemuan santai namun strategis bersama Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Merangin, Asmadi, di ruang kerja Kadis Kominfo, Selasa (26/5/2026). Suasana akrab penuh kebersamaan tercipta saat keduanya saling bertukar pikiran, memperkuat komitmen, dan merancang langkah-langkah konkret kerja sama demi kemajuan informasi dan komunikasi publik di Kabupaten Merangin.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata keinginan kuat kedua belah pihak untuk terus menyatukan langkah. Akhoi menegaskan, Kominfo dan PWI sejatinya adalah dua mitra strategis yang tak terpisahkan. Pemerintah membutuhkan media untuk menyampaikan kebijakan, program, dan capaian pembangunan secara tepat sasaran. Di sisi lain, pers memerlukan dukungan, akses informasi, dan lingkungan kerja yang kondusif agar dapat menjalankan fungsi pengawasan dan pemberitaan secara profesional, akurat, dan berimbang.
Dalam dialog tersebut, Akhoi dan Asmadi secara khusus membahas sejumlah program kerja sama yang akan digulirkan bersama kedepan, guna menjawab tantangan dunia informasi yang makin cepat dan dinamis. Beberapa poin utama yang disepakati meliputi:
✅ Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Wartawan Kominfo dan PWI berencana menggelar pelatihan bersama, termasuk Uji Kompetensi Wartawan (UKW), bimbingan teknis jurnalistik, hingga pemahaman mendalam tentang UU ITE dan etika bermedia. Tujuannya agar jurnalis Merangin semakin profesional, terampil, dan memahami aturan main di era digital, sehingga pemberitaan selalu berdasar fakta dan tidak menimbulkan masalah hukum.
✅ Gerakan Bersama Cegah dan Berantas Berita Bohong Keduanya sepakat menjadi garda terdepan dalam menyaring informasi. PWI akan membantu menyebarkan informasi resmi dan benar dari pemerintah, sementara Kominfo akan memfasilitasi verifikasi data. Bersama-sama akan digalakkan kampanye “Saring Sebelum Berbagi”, agar masyarakat terhindar dari hoaks, ujaran kebencian, dan informasi menyesatkan yang bisa merusak kerukunan .
✅ Pemberitaan Positif dan Promosi Potensi Daerah Kerja sama difokuskan untuk lebih banyak mengangkat sisi positif, capaian pembangunan, potensi pariwisata, produk unggulan UMKM, dan budaya Merangin. Diharapkan pemberitaan tidak hanya berisi masalah, tapi juga menonjolkan prestasi dan kemajuan daerah, sejalan dengan visi besar Merangin BARU 2030 .
Ketua PWI Merangin, Asmadi, sangat mengapresiasi inisiatif dan sambutan hangat dari Kadis Kominfo. Ia menilai sinergi ini sangat penting dan tepat waktu. Menurutnya, kebersamaan dengan pemerintah adalah kunci agar pers di Merangin bisa tumbuh sehat, mandiri, dan bermanfaat maksimal bagi masyarakat.
Di akhir pertemuan, Akhoi kembali menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus diperkuat dan dijalankan secara berkelanjutan. Ia berharap hubungan baik ini menjadi teladan, sehingga pers dan pemerintah benar-benar bersatu hati membangun daerah yang maju, damai, dan sejahtera.
Bangko – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat. Langkah nyata dari upaya tersebut ditunjukkan melalui pertemuan yang diselenggarakan bersama manajemen PLN Rayon Bangko, Rabu (13/5).
Pertemuan ini dilakukan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS yang akrab dipanggil Akhoi, beserta sejumlah pejabat terkait bersama Kepala PLN Rayon Bangko, Aziz. Kegiatan ini menjadi wadah untuk menyamakan pandangan serta merumuskan langkah-langkah bersama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi masing-masing.
Terdapat sejumlah poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Salah satu fokus utama adalah permasalahan adanya kabel milik penyedia layanan internet atau ISP yang dipasang secara tidak resmi dan menumpang pada tiang listrik milik PLN. Kondisi ini tidak hanya menimbulkan tampilan lingkungan yang semrawut dan tidak rapi, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan keamanan serta keselamatan bagi petugas maupun masyarakat umum. Kedua belah pihak sepakat akan melakukan penertiban secara terarah, sehingga seluruh pemasangan jaringan dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta tetap memperhatikan aspek keamanan dan keteraturan.
Selain itu, dibahas pula kendala yang sering dirasakan masyarakat, yaitu terputusnya sinyal komunikasi saat PLN melakukan pemadaman aliran listrik untuk keperluan pemeliharaan atau perbaikan jaringan. Kedua lembaga sepakat akan menyusun pola koordinasi yang lebih baik, sehingga setiap kegiatan yang berdampak pada layanan dapat disampaikan lebih awal dan diupayakan solusi terbaik agar dampak yang ditimbulkan tidak terlalu mengganggu kebutuhan komunikasi masyarakat.
Akhoi menyampaikan harapannya bahwa pertemuan ini menjadi bukti nyata berlanjutnya hubungan kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. “Sinergi yang dibangun antara kedua lembaga ini kami harapkan tidak hanya menyelesaikan permasalahan yang ada, tetapi juga melahirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas layanan yang kami berikan kepada masyarakat Merangin. Setiap langkah yang diambil selalu kami arahkan untuk kepentingan bersama serta kemajuan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Aziz menyambut baik inisiatif yang diambil oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin. Ia menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung setiap upaya yang dilakukan demi terciptanya lingkungan yang tertib, aman, serta layanan publik yang semakin berkualitas bagi seluruh warga.
Pertemuan ini diakhiri dengan kesepakatan untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama di masa mendatang, serta menindaklanjuti setiap poin pembahasan ke dalam langkah-langkah tindak nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kabupaten Merangin.
(Kominfo Merangin)
Bangko – Pemerintah Kabupaten Merangin melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konten Kreator dan Editor menggelar kegiatan bertema “Optimalisasi Konten Media Sosial pada Organisasi Perangkat Daerah sebagai Komunikasi Publik dalam Diseminasi Program Pemerintah”, Kamis (07/05). Kegiatan tersebut berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Merangin, Bapak Hennizor. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran media sosial pemerintah sebagai sarana komunikasi publik yang informatif, edukatif, dan mampu membangun citra positif pemerintah daerah di tengah perkembangan era digital saat ini.
“Saya berharap setelah keluar dari aula ini, wajah komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Merangin akan tampil lebih segar, lebih elegan, dan lebih bermartabat,” ujar beliau saat membuka kegiatan secara resmi.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi menuntut setiap OPD untuk mampu menyampaikan program dan kegiatan pemerintah secara kreatif, cepat, dan tepat sasaran melalui media sosial resmi masing-masing. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konten kreatif dan editing menjadi langkah penting dalam memperkuat keterbukaan informasi publik.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin sebagai penyelenggara kegiatan bimtek menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas komunikasi publik pemerintah daerah.
“Bimbingan Teknis optimalisasi konten media dari berbagai OPD di lingkup Kabupaten Merangin bertujuan untuk meningkatkan kualitas komunikasi publik pemerintah daerah. Sebagaimana kita ketahui, pengelolaan konten media sosial saat ini menjadi bagian penting dalam mendukung penyebarluasan informasi program pemerintah secara efektif, cepat, dan tepat sasaran. Oleh karena itu, OPD diharapkan telah memperkuat perencanaan konten, produksi materi publikasi, serta penyusunan strategi komunikasi digital,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai narasumber Sarina Septiani yang memberikan materi mengenai strategi pembuatan konten media sosial yang menarik, teknik editing konten digital, hingga optimalisasi penyampaian informasi publik melalui platform media sosial. Para peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya konsistensi branding instansi pemerintah dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap keaktifan pengelolaan media sosial OPD, pada kesempatan tersebut Asisten III Sekda Kabupaten Merangin turut menyerahkan piagam penghargaan kepada lima OPD dengan media sosial teraktif di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin. Penghargaan diberikan kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin, Bappeda Merangin, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), BPBD Merangin, serta BKPSDMD Merangin.
Pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh OPD untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik melalui media sosial yang informatif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan Bimtek ini, Pemerintah Kabupaten Merangin berharap seluruh OPD mampu menghadirkan konten komunikasi publik yang lebih profesional dan mampu menjadi jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat secara efektif di era digital. (Khairunnisa/Diskominfo)