Oleh: Ahmad Khoiruddin AS
(Kadis Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin)

Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah kembali kita rayakan dengan penuh rasa syukur, takbir yang menggema, dan hati yang bahagia. Momen suci ini bukan sekadar perayaan tradisi atau ibadah semata, melainkan sebuah panggilan agung yang membawa pesan mendalam bagi kehidupan kita sebagai manusia, terutama bagi kita warga Kabupaten Merangin Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Idul Adha, atau yang dikenal sebagai Hari Raya Haji atau juga Hari Raya Kurban, adalah hari pengorbanan. Di hari inilah kita mengenang kembali keteladanan perjuangan Nabi Ibrahim AS yang siap mengorbankan apa pun yang dicintainya demi menaati perintah Allah SWT, serta ketaatan Nabi Ismail AS yang ikhlas menerima ketetapan Allah SWT. Dari kisah agung inilah, nilai-nilai luhur seperti ketaqwaan, keikhlasan, dan semangat berbagi sesama tumbuh dan menjadi landasan utama ajaran perayaan ini.

Nilai pertama dan paling mendasar yang diajarkan Idul Adha adalah Ketaqwaan. Ketaqwaan berarti menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap langkah, pekerjaan, dan pengambilan keputusan. Bagi kita semua, baik sebagai pejabat pemerintahan, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, maupun masyarakat umum, taqwa adalah pondasi karakter. Tanpa taqwa, kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi bisa menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Apalagi di era digital yang serba terbuka dan cepat ini, ketaqwaan menjadi kompas kita dalam bermedia sosial, menyaring informasi, dan menyebarkan hal-hal yang baik dan benar. Taqwa mengajarkan kita untuk takut melanggar aturan, jujur dalam bertindak, dan bertanggung jawab atas setiap perkataan yang terucap atau tertulis.

Nilai kedua yang sangat erat dengan makna Idul Adha adalah Keikhlasan. Kurban sejatinya bukanlah tentang mahal atau murahnya hewan yang kita sembelih, bukan pula tentang banyaknya daging yang kita bagikan. Kurban adalah tentang ketulusan hati dalam beribadah. Allah SWT berfirman bahwa bukan daging dan darah hewan kurban itu yang sampai kepada-Nya, melainkan ketaqwaan dan keikhlasan kita.

Nilai ketiga yang menjadi jiwa dari perayaan ini adalah Berbagi Sesama. Kurban adalah bukti nyata kepedulian. Melalui penyembelihan hewan kurban, kita diajak untuk membagikan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka yang kurang mampu, anak yatim, kaum dhuafa, dan tetangga sekitar. Berbagi mengajarkan kita untuk tidak hidup sendiri, tidak serakah, dan tidak merasa bahagia sendirian. Kebahagiaan sejati justru lahir ketika kita bisa melihat saudara kita yang lain juga tersenyum dan merasa cukup.

Mari kita jadikan momen Idul Adha ini sebagai titik balik untuk memperbaiki diri. Tanamkan dalam sanubari bahwa ketaqwaan, keikhlasan, dan semangat berbagi adalah kunci kesuksesan hidup kita di dunia dan akhirat. Semoga setiap tetes darah hewan kurban yang kita sembelih menjadi tanda bukti ketaatan kita kepada Allah SWT, dan setiap daging yang kita bagikan menjadi jembatan keberkahan dan persaudaraan yang kian erat.

Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M. Mari kita bergerak bersama, taat, ikhlas, dan saling berbagi, demi Merangin BARU 2030.

(Kominfo Merangin)