KETIKA SEMUA PEDULI DENGAN SAMPAH

KETIKA SEMUA PEDULI DENGAN SAMPAH

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS, S.IP., MM
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Sampah menjadi salah satu permasalahan nasional yang menghadang upaya pembangunan di berbagai daerah di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah sampah yang terus meningkat dari hari ke hari tidak hanya mengganggu keindahan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan kelangsungan ekosistem lokal. Lebih dari itu, sampah menjadi indikator kemajuan sebuah daerah atau kota, karena kondisi pengelolaan sampah yang baik mencerminkan tingkat kesadaran masyarakat serta komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan lingkungan.

Tugas mengatasi permasalahan sampah bukan menjadi beban tunggal salah satu pihak. Sebaliknya, ini adalah tugas bersama yang harus dilaksanakan secara sinergis antara Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat. Kedua pihak memiliki peran dan tanggung jawab yang saling melengkapi untuk mencapai tujuan pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan.

Dalam rangka mendukung upaya tersebut, Pemerintah telah menyusun berbagai fasilitas dan mekanisme pengelolaan sampah. Di antaranya adalah penyediaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang tersebar di berbagai lokasi strategis, sarana angkutan sampah yang memadai, petugas yang telah dilatih untuk menjalankan tugasnya dengan baik, serta pembangunan dan pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang memenuhi standar teknis dan lingkungan. Di sisi lain, peran masyarakat tidak kalah penting: masyarakat diharapkan dapat menjalankan kewajiban untuk membuang sampah dengan tertib sesuai dengan aturan yang berlaku, serta menghindari praktik membuang sampah sembarangan yang telah lama menjadi masalah kronis.

Sekarang bukan saatnya lagi untuk saling menyalahkan ketika menghadapi tantangan pengelolaan sampah. Semua pihak harus melakukan evaluasi diri secara jujur dan menyadari bahwa penyelesaian permasalahan sampah hanya dapat tercapai jika setiap elemen masyarakat dan pemerintah bekerja sama dengan penuh kesadaran tanggung jawab. Baik Pemerintah maupun masyarakat harus bersikap serius dan memiliki komitmen yang kuat untuk “berperang” melawan masalah sampah. Aturan yang telah ditetapkan mesti ditegakkan dengan tegas dan harus dipatuhi secara bersama-sama oleh semua pihak. Budaya membuang sampah sembarangan harus dihilangkan sepenuhnya dari kehidupan bermasyarakat. Kita harus bersepakat untuk tidak lagi membuang sampah di luar area yang telah ditentukan, tidak membuang sampah di sungai atau badan air lainnya, tidak membuang sampah di pinggir-pinggir jalan, dan tidak melakukan tindakan melempar sampah dari kendaraan apapun—baik mobil maupun motor—selama berkendara di sepanjang jalan, tanpa memandang jenis sampah yang akan dibuang.

Kita yakin sepenuhnya bahwa ketika semua pihak—baik pemerintah, lembaga terkait, maupun seluruh masyarakat—sungguh-sungguh peduli dengan permasalahan sampah, maka masalah ini akan segera menemukan titik terang dan dapat diselesaikan secara tuntas. Bersih itu indah; saatnya kita semua menunjukkan komitmen yang nyata untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan layak huni bagi seluruh komponen masyarakat serta generasi mendatang.

(Kominfo Merangin)

Kadis Kominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin AS Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Kadis Kominfo Merangin, Ahmad Khoiruddin AS Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Setelah secara resmi Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memutuskan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada hari Sabtu 21 Maret 2026, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS yang akrab disapa Akhoi, atas nama pribadi, keluarga, serta seluruh jajaran Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat di wilayah Kabupaten Merangin maupun seantero nusantara.

Menurut pria yang dikenal murah senyum tersebut, momentum Idul Fitri 1447 H hendaknya dijadikan sebagai ajang silaturahmi yang mendalam serta kesempatan untuk saling maaf memaafkan. Sebagaimana sifat manusia yang tidak luput dari dosa dan kesalahan, ia mengingatkan bahwa dosa yang dilakukan kepada Allah SWT harus dimintai ampunan-Nya, sedangkan kesalahan yang menimpa sesama manusia perlu diikuti dengan permintaan maaf secara langsung kepada pihak yang bersangkutan. Hal ini relevan mengingat dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam pergaulan sehari-hari, pelaksanaan pekerjaan, pelayanan masyarakat, hingga hubungan tetangga dan rumah tangga, kesalahan tidak dapat dihindari sepenuhnya.

Tidak lupa, Akhoi juga mengajak seluruh pengguna media sosial untuk tetap menjaga etika dalam menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri maupun konten lainnya. Ia menekankan agar setiap bentuk pesan atau status yang dibagikan tidak mengandung unsur yang dapat menyinggung perasaan, berbau hoaks, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian, sindiran agama, ras, suku, atau golongan (SARA) yang berpotensi menimbulkan ketidakbaikan dan konflik di tengah masyarakat.

“Marilah kita rayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini, dengan suka cita bersama keluarga, sahabat, dan orang-orang tercinta. Namun demikian, ibadah yang telah kita jalankan dengan penuh kesungguhan selama sebulan penuh dalam bulan Ramadhan tidak boleh terlupakan dan ditinggalkan begitu saja,” ujarnya.

Pada bagian akhir pesannya, Akhoi mendoakan semoga seluruh ibadah puasa Ramadhan tahun 1447 H yang telah kita laksanakan dapat diterima dengan penuh rahmat dari Allah SWT, dan kita semua diberikan kesempatan untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan di tahun mendatang.

“Taqobballahu Mina Waminkum Taqobbal Yakarim, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.”

(Kominfo Merangin)

Hoax Merusak Informasi Media Sosial

Hoax Merusak Informasi Media Sosial

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Hoax masih menjadi salah satu tantangan yang merusak informasi di media sosial saat ini. Keberadaan konten yang tidak benar ini telah mengganggu kualitas informasi yang beredar dan berdampak pada keharmonisan masyarakat. Dimana hoax adalah informasi palsu atau tidak benar yang disebarkan dengan sengaja untuk menyesatkan publik, baik dengan tujuan tertentu maupun tanpa alasan yang jelas.

Hoax yang disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan akun-akun palsu sengaja memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Akun-akun semacam ini sering kali dibuat tanpa identitas yang jelas, sehingga sulit untuk dilacak dan ditindak secara hukum. Tindakan ini tidak hanya merusak kredibilitas ruang informasi di media sosial, tetapi juga dapat memicu konflik antarindividu atau kelompok masyarakat.

Hoax ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti memberikan informasi palsu sepenuhnya, memotong sebagian informasi resmi sehingga maknanya berubah, menghapus sebagian informasi resmi yang penting, bahkan mengganti informasi resmi dengan konten yang dibuat secara sepihak. Sehingga masyarakat yang tidak paham konteks secara lengkap langsung membuat komentar negatif tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini selanjutnya menyebabkan informasi yang menyesatkan berkembang pesat dan membuat hubungan antarwarga masyarakat saling memburukkan.

Ayo sudah saatnya kita hindari hoax, baik dari sisi tidak menyebarkan maupun tidak mudah mempercayai konten yang belum jelas kebenarannya. Karena cepat atau lambat para penyebar hoax pasti akan menanggung akibatnya, baik secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku maupun secara moral dari masyarakat.

Masyarakat pengguna media sosial juga diharapkan jangan mudah termakan informasi hoax, apalagi yang menyebarkan adalah akun-akun palsu yang tidak berani memperlihatkan wujud aslinya. Sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah informasi, disarankan untuk memverifikasinya melalui sumber resmi seperti situs web pemerintah, lembaga berita terpercaya, atau instansi terkait. Semoga media sosial kita jadikan salah satu pilihan memberikan informasi yang positif dan kebaikan-kebaikan di tengah masyarakat, sehingga dapat menjadi sarana yang bermanfaat untuk kemajuan bersama.

(Kominfo Merangin)

Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Ahmad Khoiruddin AS atau dikenal Akhoi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, telah merilis Twibbon Idul Fitri 1447 H milik Pemerintah Kabupaten Merangin. Twibbon ini disampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Merangin baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Merangin.

Sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari kemenangan umat muslim, Akhoi menyatakan bahwa tujuan peluncuran twibbon ini adalah agar gema dan semarak Idul Fitri dapat terasa lebih meriah dan menyatu di antara seluruh lapisan masyarakat. Melalui penggunaan twibbon yang dapat diakses dengan mudah di berbagai platform media sosial, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan momen suci ini.

“Silakan manfaatkan Twibbon Idul Fitri 1447 H ini untuk merayakan hari raya Idul Fitri tahun ini. Jadikan sebagai sarana untuk menyampaikan ucapan selamat dan mempererat hubungan antar sesama,” ujar Akhoi.

Tak hanya itu, Akhoi juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf secara terhormat. Atas nama pribadi, keluarga, Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, serta Pemerintah Kabupaten Merangin, ia menyadari bahwa selama ini dalam pergaulan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pasti terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan. “Untuk itu, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita semua, serta silaturahmi kita tetap terjalin dengan baik dan erat,” pungkasnya.

Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU dapat diakses melalui link https://twb.nz/fitri47

(Kominfo Merangin)

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Idul Fitri merupakan momentum sakral bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Momen hari raya ini menjadi titik temu kebahagiaan setelah melalui berbagai latihan kesabaran, keteguhan hati, serta nilai-nilai kedermawanan yang diasah selama bulan Ramadhan. Tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, kedatangan Idul Fitri juga membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat, karena hari raya ini berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia.

Sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa telah memberikan pelajaran mendalam terkait kedisiplinan diri dan empati sosial. Bahkan menjelang momen Idul Fitri, berbagai upaya dilakukan secara maksimal untuk menyambutnya dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Aktivitas tersebut mencakup tradisi mudik lebaran yang menjadi sarana untuk kembali ke lingkungan keluarga asal, pemilihan pakaian lebaran sebagai bentuk penghormatan terhadap momen suci, persiapan aneka kue serta hidangan lebaran yang akan disajikan bersama sanak saudara, hingga kegiatan pembersihan rumah tangga dan lingkungan sekitar untuk menyambut kedatangan tamu serta keluarga dengan suasana yang nyaman dan bersih.

Namun demikian, terdapat satu hal yang tidak boleh terlewatkan dan harus terus dijaga, yaitu nilai silaturahmi. Nilai ini menjadi inti serta tujuan utama dari hari raya Idul Fitri. Silaturahmi diwujudkan melalui hubungan anak kepada orang tua sebagai bentuk wujud rasa hormat dan kasih sayang, saudara kepada saudara untuk mempererat tali persaudaraan, teman kepada teman untuk memperkuat ikatan persahabatan, tetangga kepada tetangga untuk menjaga keharmonisan lingkungan hidup, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Saling memberi serta meminta maaf menjadi tradisi yang mulia dan patut dilestarikan. Bahkan dalam beberapa kasus, pihak yang tidak memiliki kesalahan pun secara sukarela meminta maaf dan memberikan maaf; pada titik inilah terkandung keindahan nilai-nilai Idul Fitri yang mengajarkan kita untuk hidup dengan sikap rendah hati dan saling memaafkan.

Selain itu, dalam suasana kegembiraan Idul Fitri yang seringkali diisi dengan kegiatan silaturahmi dan mungkin juga waktu untuk berliburan, terdapat aspek penting yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ibadah. Selama satu bulan penuh, kita telah mendapatkan pembinaan melalui berbagai amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, nilai-nilai serta kedisiplinan ibadah tersebut tidak boleh hilang begitu saja setelah hari raya berakhir. Sholat fardhu serta ibadah lainnya harus tetap dilaksanakan dengan konsisten, menjaga keutuhan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai umat Muslim.

Selamat merasakan kegembiraan hari raya, selamat bersilaturahmi, serta selamat berlibur. Semoga Idul Fitri 1447 H dapat membawa berkah dan kebaikan yang melimpah bagi kita semua.

(Kominfo Merangin)