Bangko – Tim Kreator Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin, terus beruaya bisa menyuguhkan berbagai informasi, dengan konten-konten menarik dan tepat sasaran. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dinas Kominfo Merangin menggelar monitoring dan evaluasi (Monev), yang dipimpin Kadis Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin AS, didampingi Sekdi Kominfo Merangin Teguh J Jagat.

Pada Monev yang diikuti personil Tim Kreator Diskominfo Merangin, para kepala bidang dan para Jabatan fungsional (Jafung) tersebut, Kadis Kominfo Merangin Ahmad Khoiruddin AS yang lebih akrab disapa Akhoi itu, menekankan pentingnya berinovasi. ’’Melalui inovasi yang dilakukan, dalam penerbitan konten saya harapkan akan lebih cepat dan lebih kreativ lagi. Informasi harus secepat mungkin disampaikan kepada masyarakat,’’ujar Akhoi.

Kreator lanjut Kadis Kominfo, harus peka terhadap berbagai kegiatan yang dapat menjadi sumber informasi publik. Konten yang diterbitkan juga diminta Akhoi lebih beragam, sehingga informasi yang dibutuhkan masyarakat bisa terpenuhi.

Selain itu, Akhoi juga menyoroti konsistensi publikasi pada berbagai platform media sosial. Ahmad Khoiruddin menilai, konten YouTube Diskominfo Merangin masih perlu ditingkatkan lagi, karena belum dipublikasikan secara rutin seperti medsos lainnya.

’’Konten YouTube Diskominfo Merangin itu merupakan cikal bakal berdirinya Televisi Merangin, untuk itu harus lebih aktif dan ambil perang dalam penyebaran informasi publik,’’pinta Akhoi.

Terpisah, Sekdin Kominfo Merangin Teguh J Jagat pada arahannya minta Tim Liputan harus benar-benar serius di lapangan. Perhatikan betul bagaimana cara pengambilan foto dan video yang benar.

’’Tim Liputan itu ’ujung tombak’ dari Publikasi yang dilakukan. Dari hasil liputan itulah bisa direalise berita yang baik. Foto berita yang baik adalah foto yang bisa menceritakan dari berita yang ditulis, begitu juga video,’’ujar Sekdin yang meniti karier dari seorang wartawan ini.

Kepala Bidang Pengelolaan Layanan Informasi dan Komunikasi Publik (PLIKP), Erwandi mengatakan, berita yang disampaikan kepada masyarakat tidak perlu dibuat terlalu panjang.

’’Berita yang baik adalah berita yang mampu menyampaikan informasi secara tepat dan jelas. Berita itu harus cukup singkat, tepat, tapi jelas dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat,’’ujar Erwandi. (latifah/kominfo)