MERANGIN– Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membawa banyak kemudahan dalam kehidupan masyarakat. Namun, di balik kemajuan tersebut, kemampuan untuk menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab menjadi semakin penting. Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi bersama DPRD Provinsi Jambi dan Diskominfo Kabupaten Merangin melalui kegiatan literasi digital di Desa Salam Buku, Kecamatan Batang Masumai, Kabupaten Merangin, Selasa (11/8/2026).
Mengusung tema “Meningkatkan Kesadaran Digital dan Bijak dalam Bermedia di Tengah Kemajuan Teknologi Kecerdasan Buatan”, kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Salam Buku tersebut dimulai sekitar pukul 14.30 WIB. Kegiatan dihadiri Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jambi Izhar Majid, SE, perwakilan Diskominfo Provinsi Jambi oleh Kepala Seksi (Kasi) Kemitraan Komunikasi Publik Fitriyah Indriyani, S.E., MM, serta Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Layanan Informasi dan Komunikasi Publik (PLIKP) Erwandi, S.Ag selaku moderator dari Diskominfo Kabupaten Merangin. Turut hadir Kepala Desa Salam Buku Budi Dharma Setiawan, S.Pd., MM, tokoh masyarakat, serta sejumlah masyarakat Desa Salam Buku.

Literasi digital tersebut menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami bagaimana perkembangan teknologi dan media digital dapat dimanfaatkan secara positif. Masyarakat diajak untuk tidak hanya mampu menggunakan perangkat dan berbagai platform digital, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memilah informasi, memeriksa kebenaran sebuah informasi, serta mempertimbangkan dampak sebelum membagikannya kepada orang lain.Terlebih di tengah perkembangan AI yang semakin pesat, masyarakat kini dihadapkan pada kemudahan dalam menghasilkan berbagai bentuk informasi dan konten digital.
Kondisi tersebut menuntut pengguna teknologi untuk semakin kritis dan tidak mudah mempercayai setiap informasi yang diterima. Kesadaran terhadap keamanan data pribadi, potensi hoaks, penipuan digital, hingga konten yang dimanipulasi menggunakan teknologi AI juga menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang cakap dan bertanggung jawab di ruang digital.

“Sebaiknya kita tidak merespon apapun terlebih dahulu ketika kita memang tidak tahu apa yang terjadi. Ada kalanya perlu ditelusuri dahulu kondisi yang sebenarnya,” ujar Pak Izhar Majid pada saat memberikan materi.
Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ekosistem literasi digital hingga ke tingkat desa. Masyarakat Desa Salam Buku diharapkan mampu menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperoleh informasi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang ekonomi, tanpa mengabaikan etika dan keamanan dalam bermedia. Dengan demikian, kemajuan teknologi kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, bukan justru menjadi sumber persoalan baru di ruang digital. (Khairunnisa&Zeri/Diskominfo)