Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Kadis Kominfo Merangin Rilis Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU

Ahmad Khoiruddin AS atau dikenal Akhoi, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, telah merilis Twibbon Idul Fitri 1447 H milik Pemerintah Kabupaten Merangin. Twibbon ini disampaikan kepada seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Merangin baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Kabupaten Merangin.

Sebagai bagian dari rangkaian menyambut hari kemenangan umat muslim, Akhoi menyatakan bahwa tujuan peluncuran twibbon ini adalah agar gema dan semarak Idul Fitri dapat terasa lebih meriah dan menyatu di antara seluruh lapisan masyarakat. Melalui penggunaan twibbon yang dapat diakses dengan mudah di berbagai platform media sosial, diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta memperkuat rasa kebersamaan dalam merayakan momen suci ini.

“Silakan manfaatkan Twibbon Idul Fitri 1447 H ini untuk merayakan hari raya Idul Fitri tahun ini. Jadikan sebagai sarana untuk menyampaikan ucapan selamat dan mempererat hubungan antar sesama,” ujar Akhoi.

Tak hanya itu, Akhoi juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf secara terhormat. Atas nama pribadi, keluarga, Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, serta Pemerintah Kabupaten Merangin, ia menyadari bahwa selama ini dalam pergaulan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat pasti terdapat berbagai kesalahan dan kekurangan. “Untuk itu, kami mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita semua, serta silaturahmi kita tetap terjalin dengan baik dan erat,” pungkasnya.

Twibbon Idul Fitri 1447 H Merangin BARU dapat diakses melalui link https://twb.nz/fitri47

(Kominfo Merangin)

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

MERAWAT SILATURAHMI DI HARI NAN FITRI

Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Idul Fitri merupakan momentum sakral bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh. Momen hari raya ini menjadi titik temu kebahagiaan setelah melalui berbagai latihan kesabaran, keteguhan hati, serta nilai-nilai kedermawanan yang diasah selama bulan Ramadhan. Tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, kedatangan Idul Fitri juga membawa kegembiraan bagi seluruh lapisan masyarakat, karena hari raya ini berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan hati dan mempererat tali silaturahmi antar sesama manusia.

Sebulan penuh melaksanakan ibadah puasa telah memberikan pelajaran mendalam terkait kedisiplinan diri dan empati sosial. Bahkan menjelang momen Idul Fitri, berbagai upaya dilakukan secara maksimal untuk menyambutnya dengan penuh khidmat dan kegembiraan. Aktivitas tersebut mencakup tradisi mudik lebaran yang menjadi sarana untuk kembali ke lingkungan keluarga asal, pemilihan pakaian lebaran sebagai bentuk penghormatan terhadap momen suci, persiapan aneka kue serta hidangan lebaran yang akan disajikan bersama sanak saudara, hingga kegiatan pembersihan rumah tangga dan lingkungan sekitar untuk menyambut kedatangan tamu serta keluarga dengan suasana yang nyaman dan bersih.

Namun demikian, terdapat satu hal yang tidak boleh terlewatkan dan harus terus dijaga, yaitu nilai silaturahmi. Nilai ini menjadi inti serta tujuan utama dari hari raya Idul Fitri. Silaturahmi diwujudkan melalui hubungan anak kepada orang tua sebagai bentuk wujud rasa hormat dan kasih sayang, saudara kepada saudara untuk mempererat tali persaudaraan, teman kepada teman untuk memperkuat ikatan persahabatan, tetangga kepada tetangga untuk menjaga keharmonisan lingkungan hidup, serta seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Saling memberi serta meminta maaf menjadi tradisi yang mulia dan patut dilestarikan. Bahkan dalam beberapa kasus, pihak yang tidak memiliki kesalahan pun secara sukarela meminta maaf dan memberikan maaf; pada titik inilah terkandung keindahan nilai-nilai Idul Fitri yang mengajarkan kita untuk hidup dengan sikap rendah hati dan saling memaafkan.

Selain itu, dalam suasana kegembiraan Idul Fitri yang seringkali diisi dengan kegiatan silaturahmi dan mungkin juga waktu untuk berliburan, terdapat aspek penting yang tidak boleh ditinggalkan, yaitu ibadah. Selama satu bulan penuh, kita telah mendapatkan pembinaan melalui berbagai amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan. Oleh karena itu, nilai-nilai serta kedisiplinan ibadah tersebut tidak boleh hilang begitu saja setelah hari raya berakhir. Sholat fardhu serta ibadah lainnya harus tetap dilaksanakan dengan konsisten, menjaga keutuhan ibadah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sebagai umat Muslim.

Selamat merasakan kegembiraan hari raya, selamat bersilaturahmi, serta selamat berlibur. Semoga Idul Fitri 1447 H dapat membawa berkah dan kebaikan yang melimpah bagi kita semua.

(Kominfo Merangin)

Mudik Lebaran Tradisi Istimewa Masyarakat Indonesia

Mudik Lebaran Tradisi Istimewa Masyarakat Indonesia

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Istilah mudik merupakan istilah yang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia, merujuk pada perjalanan pulang ke kampung halaman atau tempat asal, biasanya dilakukan pada momen-momen besar seperti hari raya Idul Fitri. Kata ini sendiri berasal dari bahasa Jawa “mulih dalem” yang berarti kembali ke tempat asal, dan seiring waktu menjadi istilah yang digunakan secara luas di seluruh wilayah negara ini.

Mudik Lebaran merupakan tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya bangsa Indonesia. Tradisi ini mencerminkan nilai-nilai kekeluargaan, rasa hormat terhadap leluhur, serta keinginan untuk berkumpul bersama orang tersayang setelah menjalani bulan suci Ramadhan yang penuh dengan ibadah dan introspeksi diri.

Tujuan mudik antara lain untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan dengan keluarga besar, memberikan salam hormat kepada orang tua dan kerabat yang lebih tua, serta mempererat tali silaturahmi yang mungkin telah jarang terjaga akibat kesibukan di kota. Selain itu, mudik juga menjadi kesempatan untuk kembali mengenal akar budaya dan tanah kelahiran yang telah membentuk identitas diri setiap individu.

Sehingga mudik menjadi wajib dalam pandangan sebagian besar masyarakat Indonesia, bukan hanya sebagai bentuk kewajiban keluarga, namun juga sebagai cara untuk merenungkan makna kebersamaan dan kembali pada akar budaya yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat. Tradisi ini memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman suku dan budaya yang ada.

Mudik tetap memperhatikan aspek keamanan di jalan, mulai dari memastikan kendaraan dalam kondisi prima, mengikuti peraturan lalu lintas, menghindari mengemudi dalam kondisi lelah, serta selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Dan jangan lupa rumah dan barang yang ditinggal, pastikan untuk mengunci pintu dan jendela dengan rapi, mematikan peralatan listrik yang tidak terpakai, serta meminta bantuan tetangga atau keluarga terdekat untuk menjaga keamanan tempat tinggal selama berpergian.

Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan dan dapat bertemu orang-orang yang dicintai dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian. Semoga perjalanan lancar dan kampung halaman tercinta menyambut kedatangan dengan hangatnya kasih sayang keluarga.

Selamat menyambut Idul Fitri 1447 H dengan penuh kegembiraan, berkah, dan kebaikan. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima oleh Allah SWT, dan kita dapat menjalani hari raya dengan penuh rasa syukur serta saling memaafkan satu sama lain.

(Kominfo Merangin)

Diskominfo Merangin Gelar Buka Puasa Bersama

Diskominfo Merangin Gelar Buka Puasa Bersama

Bangko – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Merangin menggelar kegiatan buka puasa bersama pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Merangin tersebut diikuti oleh staf Diskominfo beserta anggota Dharma Wanita (DW) Diskominfo Merangin.

Kegiatan buka puasa bersama ini dilaksanakan sebagai bentuk mempererat silaturahmi serta meningkatkan kebersamaan di lingkungan kerja, khususnya dalam suasana bulan suci Ramadan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat rasa kekeluargaan antara pegawai dan keluarga besar Diskominfo Merangin.

Acara diawali dengan kegiatan berbuka puasa bersama. Setelah berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Magrib berjamaah yang dilaksanakan di lingkungan kantor. Usai sholat Magrib, seluruh peserta kembali berkumpul untuk menikmati makan malam bersama dalam suasana yang akrab dan penuh kekeluargaan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah. Kegiatan ibadah bersama ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan seluruh pegawai sekaligus mempererat hubungan antarpegawai di lingkungan Diskominfo Merangin.

Melalui kegiatan buka puasa bersama ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. (Zeri/Diskominfo)

Media Sosial Alternatif Ucapan Idul Fitri di Era Digitalisasi Saat Ini

Media Sosial Alternatif Ucapan Idul Fitri di Era Digitalisasi Saat Ini

Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Mudik Lebaran adalah salah satu budaya paling dalam yang dijunjung tinggi oleh umat Muslim pada setiap musim kemenangan. Tradisi yang telah mengakar selama bertahun-tahun ini menjadi momen yang selalu dinantikan, di mana masyarakat berduyun-duyun kembali ke kampung halaman untuk menyambut hari bahagia bersama orang tersayang.

Bagi setiap individu yang tinggal jauh dari kampung halaman, keinginan untuk pulang kampung tumbuh semakin mendalam seiring dengan menjelangnya Idul Fitri. Tujuan utamanya adalah bertemu orang tua, keluarga, dan sanak saudara, sekaligus merayakan kebersamaan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Sayangnya, tidak semua orang dapat mewujudkan keinginan tersebut—alasan ekonomi, tuntutan pekerjaan, atau faktor lainnya terkadang menjadi penghalang yang tak terhindarkan untuk melakukan perjalanan pulang kampung.

Sebelum memasuki era 2000-an, mereka yang tidak dapat mudik biasanya akan meluangkan waktu dan kesabaran untuk menulis surat atau mengirim kartu ucapan Lebaran. Meskipun prosesnya membutuhkan waktu, hal tersebut justru menjadi cara yang sangat berharga untuk menyampaikan rasa rindu yang mendalam dan ucapan selamat yang tulus. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan gelombang digitalisasi yang datang sejak awal tahun 2000, umat Muslim mendapatkan kemudahan yang luar biasa. Kini, seseorang cukup melakukan panggilan telepon, menulis pesan singkat, atau menyampaikan ucapan melalui perangkat ponsel yang selalu berada di genggaman. Bahkan saat ini, kemudahan tersebut semakin meningkat dengan adanya fitur panggilan video yang memungkinkan kita bertatap muka langsung, atau sekurang-kurangnya membuat ucapan melalui berbagai platform media sosial maupun aplikasi yang dapat dikirim dan diterima secara instan.

Meskipun era digitalisasi telah menyederhanakan banyak aspek kehidupan, termasuk cara kita berkomunikasi, silaturahim secara langsung dengan orang tua, keluarga, dan sanak saudara tetap menjadi prioritas utama jika tidak ada alasan yang menghalangi. Teknologi hanya berperan sebagai alternatif yang membantu kita tetap terhubung satu sama lain, bukan sebagai pengganti yang sempurna dari kehangatan kebersamaan secara fisik.

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menyambut momentum Idul Fitri yang sebentar lagi tiba dengan hati yang lapang dan penuh kesediaan untuk meminta maaf serta memaafkan sesama. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga dengan baik, baik secara langsung maupun melalui sarana digital. Semoga pula ibadah puasa yang telah kita jalankan diterima dengan penuh rahmat oleh Allah SWT.

(Kominfo Merangin)