Media Sosial Alternatif Ucapan Idul Fitri di Era Digitalisasi Saat Ini

Media Sosial Alternatif Ucapan Idul Fitri di Era Digitalisasi Saat Ini

Oleh Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Mudik Lebaran adalah salah satu budaya paling dalam yang dijunjung tinggi oleh umat Muslim pada setiap musim kemenangan. Tradisi yang telah mengakar selama bertahun-tahun ini menjadi momen yang selalu dinantikan, di mana masyarakat berduyun-duyun kembali ke kampung halaman untuk menyambut hari bahagia bersama orang tersayang.

Bagi setiap individu yang tinggal jauh dari kampung halaman, keinginan untuk pulang kampung tumbuh semakin mendalam seiring dengan menjelangnya Idul Fitri. Tujuan utamanya adalah bertemu orang tua, keluarga, dan sanak saudara, sekaligus merayakan kebersamaan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Sayangnya, tidak semua orang dapat mewujudkan keinginan tersebut—alasan ekonomi, tuntutan pekerjaan, atau faktor lainnya terkadang menjadi penghalang yang tak terhindarkan untuk melakukan perjalanan pulang kampung.

Sebelum memasuki era 2000-an, mereka yang tidak dapat mudik biasanya akan meluangkan waktu dan kesabaran untuk menulis surat atau mengirim kartu ucapan Lebaran. Meskipun prosesnya membutuhkan waktu, hal tersebut justru menjadi cara yang sangat berharga untuk menyampaikan rasa rindu yang mendalam dan ucapan selamat yang tulus. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi dan gelombang digitalisasi yang datang sejak awal tahun 2000, umat Muslim mendapatkan kemudahan yang luar biasa. Kini, seseorang cukup melakukan panggilan telepon, menulis pesan singkat, atau menyampaikan ucapan melalui perangkat ponsel yang selalu berada di genggaman. Bahkan saat ini, kemudahan tersebut semakin meningkat dengan adanya fitur panggilan video yang memungkinkan kita bertatap muka langsung, atau sekurang-kurangnya membuat ucapan melalui berbagai platform media sosial maupun aplikasi yang dapat dikirim dan diterima secara instan.

Meskipun era digitalisasi telah menyederhanakan banyak aspek kehidupan, termasuk cara kita berkomunikasi, silaturahim secara langsung dengan orang tua, keluarga, dan sanak saudara tetap menjadi prioritas utama jika tidak ada alasan yang menghalangi. Teknologi hanya berperan sebagai alternatif yang membantu kita tetap terhubung satu sama lain, bukan sebagai pengganti yang sempurna dari kehangatan kebersamaan secara fisik.

Oleh karena itu, mari kita bersama-sama menyambut momentum Idul Fitri yang sebentar lagi tiba dengan hati yang lapang dan penuh kesediaan untuk meminta maaf serta memaafkan sesama. Semoga silaturahmi kita tetap terjaga dengan baik, baik secara langsung maupun melalui sarana digital. Semoga pula ibadah puasa yang telah kita jalankan diterima dengan penuh rahmat oleh Allah SWT.

(Kominfo Merangin)

JANGAN MENJADI ORANG YANG MERUGI

JANGAN MENJADI ORANG YANG MERUGI

Renungan Menjelang Akhir Ramadhan 1447 H

Oleh. Ahmad Khoiruddin AS
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin

Rasanya baru saja kita bersama-sama mengucapkan sapaan hangat “Marhaban Ya Ramadhan” dengan penuh harapan dan semangat baru. Matahari bergulir, hari demi hari berlalu seperti aliran sungai yang tak pernah berhenti, dan kini bulan suci Ramadhan 1447 H tinggal menghitung hari saja sebelum kita mengucapkan selamat tinggal sambil membentangkan tangan memohon agar diberikan kesempatan untuk bertemu lagi di tahun depan. Saat momen refleksi ini tiba, sungguh pantas kita menghentikan sejenak langkah kita dan menanyakan pada diri sendiri: apa sebenarnya yang telah kita peroleh dari bulan yang dipenuhi berkah ini? Apakah kita termasuk orang yang berhasil menuai keberkahan atau justru menjadi orang yang merugi karena sia-siakan kesempatan emas yang tak terulang dengan mudah?

Sebuah kebenaran yang tak bisa kita pungkiri adalah bahwa setiap insan di muka bumi ini diberikan porsi waktu yang sama. Detik demi detik berlalu dengan kecepatan yang sama bagi semua orang – bagi yang berdiri di puncak kesuksesan duniawi maupun yang masih merangkak berjuang di setiap langkah jalan kehidupan. Namun, hasil yang diperoleh dari waktu yang sama itu bisa sangat berbeda-beda seperti langit dan bumi. Perbedaannya tidak terletak pada berapa banyak waktu yang kita miliki, melainkan pada bagaimana kita memahami makna dari setiap momen yang diberikan, terutama ketika momen tersebut adalah sebuah kesempatan besar yang hanya datang sekali setahun: bulan Ramadhan.

Bagi orang yang benar-benar memahami esensi dan nilai yang terkandung dalam bulan suci ini, mereka akan menghadapinya dengan keseriusan yang mendalam dalam setiap amal ibadah yang mereka kerjakan. Mereka tidak hanya menjalankan puasa sebagai kewajiban yang harus dipenuhi semata, melainkan mengisi setiap detik waktu dengan ibadah sunnah yang melimpah – membaca Al-Qur’an dengan khusyuk, memperbanyak doa dengan hati yang tulus, berzikir hingga lantunan kalimat cinta kepada Sang Pencipta mengalir dari dalam diri, dan dengan segenap hati serta jiwa berusaha mendekatkan diri kepada-Nya. Mereka melihat Ramadhan bukan sebagai beban yang membebani bahu, melainkan sebagai ladang amal yang luas dan subur yang hanya terbuka dalam waktu singkat, tempat di mana setiap kebaikan akan digandakan pahalanya hingga tak terhitung jumlahnya, dan setiap kesalahan yang pernah kita perbuat memiliki peluang emas untuk diampuni.

Namun berbeda dengan mereka yang belum mampu menyadari makna sebenarnya dari bulan suci yang penuh berkah ini. Bagi mereka, Ramadhan hanyalah musim biasa saja – hanya sekadar berhenti makan dan minum dari terbitnya fajar hingga matahari terbenam, tanpa ada perubahan yang signifikan dalam pola pikir, sikap, maupun perilaku sehari-hari. Mereka tetap terjebak dalam lingkaran rutinitas duniawi yang tak pernah berubah, tanpa ada usaha sedikit pun untuk meningkatkan kualitas diri untuk beribadah kepada Allah SWT. Akhirnya, ketika Ramadhan berlalu dan suara takbir Idul Fitri bergema, mereka hanya merasa lega karena bisa kembali ke “kebiasaan lama” yang telah mereka kenal. Tanpa menyadari bahwa mereka telah melewatkan kesempatan berharga yang mungkin tidak akan datang lagi dengan kondisi yang sama persis seperti sekarang.

Ramadhan ini, marilah kita bersama-sama bertekad untuk menjadi orang yang “ringan” dalam segala hal yang baik dan mulia. Ringan beribadah – bukan berarti kita mengerjakan ibadah dengan asal-asalan atau setengah hati, melainkan ibadah kita tidak menjadi beban yang membebani diri sendiri maupun orang di sekitar kita. Kita menjalankannya dengan hati yang tulus dan penuh kesadaran akan kebesaran Sang Pemberi Nikmat, sehingga setiap amalan yang kita lakukan terasa ringan dan bahkan menyenangkan di hati. Ringan membantu sesama – tidak pernah menunggu panggilan resmi atau janji imbalan sebelum memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Kita dengan sukarela dan ikhlas membantu saudara-saudara kita yang sedang kesusahan, tanpa merasa telah melakukan sesuatu yang luar biasa atau menginginkan pujian dari orang lain. Ringan berbuat baik – kebaikan yang kita berikan bukan hanya terbatas kepada orang yang kita kenal atau yang telah berbuat baik kepada kita, tetapi juga kepada semua makhluk Allah tanpa pandang bulu, tanpa memandang status sosial atau latar belakang mereka. Kita menjadikan kebaikan sebagai bagian dari kehidupan kita yang alami, bukan sebagai sesuatu yang dipaksakan atau dilakukan karena terpaksa.

Terutama dalam 10 hari terakhir Ramadhan ini – saat pintu-pintu surga semakin lebar terbuka dan pintu-pintu neraka semakin tertutup rapat, saat ampunan dan kebaikan Allah SWT melimpah seperti air yang mengalir deras – marilah kita erat-eratkan ikat pinggang kita untuk meraih malam yang lebih baik dari seribu bulan: Lailatul Qadar. Malam yang penuh berkah ini bisa tiba di salah satu dari 10 malam terakhir Ramadhan, dan kita tidak pernah tahu kapan tepatnya ia akan mengunjungi kita. Oleh karena itu, tidak ada waktu yang boleh kita sia-siakan lagi dengan urusan duniawi yang tak akan pernah berkesudahan – harta benda yang bisa datang dan pergi sewaktu-waktu, jabatan yang hanya sementara dan akan berpindah tangan kelak, serta kesibukan yang jika tidak diatur dengan baik akan menjauhkan kita dari tujuan akhir hidup kita sebagai hamba Allah.

Marilah kita jadikan segala hal yang kita miliki di dunia ini sebagai modal untuk meningkatkan kualitas ibadah kita. Harta yang kita kumpulkan dengan susah payah bisa kita gunakan untuk membayar zakat yang menjadi hak orang lain, memberikan infak dan sedekah kepada mereka yang kurang mampu, serta membantu saudara-saudara kita yang sedang dalam kesulitan. Jabatan yang kita emban dengan penuh tanggung jawab bisa kita jadikan sebagai wadah untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan menyebarkan kebaikan ke setiap sudut yang bisa kita capai. Kesibukan yang memenuhi hari-hari kita bisa kita susun dengan baik dan teratur sehingga tetap ada waktu yang cukup untuk beribadah, membaca Al-Qur’an, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semua hal yang kita miliki di dunia ini bukanlah tujuan akhir kita, melainkan sarana dan alat untuk mendapatkan ridha-Nya serta memastikan bahwa setiap amal ibadah yang kita lakukan diterima dengan penuh rahmat dan kasih sayang-Nya.

Sebagai penutup, marilah kita bersama-sama panjatkan doa yang tulus dan ikhlas kepada Allah SWT, agar diberikan kesehatan jasmani dan rohani yang penuh sehingga kita bisa menyelesaikan ibadah Ramadhan ini dengan sempurna hingga hari terakhirnya. Semoga pula Allah merahmati kita dengan memberikan umur yang panjang dan berkualitas, sehingga kita bisa bertemu kembali dengan bulan suci Ramadhan di tahun depan dengan kesempatan yang lebih baik untuk memperbaiki diri dan mengumpulkan pahala yang lebih banyak lagi. Karena sesungguhnya, tidak ada kehilangan yang lebih besar dan menyakitkan daripada kehilangan kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari Allah SWT – oleh karena itu, jangan pernah menjadi orang yang merugi.

(Kominfo Merangin)

✨ Yuk, Lebaran Besok Wisata ke Merangin Saja Ya, Gaes… ✨

✨ Yuk, Lebaran Besok Wisata ke Merangin Saja Ya, Gaes… ✨

Bangko – Kabupaten Merangin, menurut Ahmad Khoiruddin AS (Akhoi), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin, adalah surga wisata yang mempesona. Di sinilah pesona alam memukau bergandengan tangan dengan kekayaan budaya tak ternilai. Destinasi ini akan membuat setiap langkah perjalanan Anda penuh keajaiban dan kehangatan.

Di hamparan bumi luas dan subur ini terletak Geopark Merangin – warisan alam yang telah mendapatkan pengakuan internasional dari UNESCO. Bukan sekadar tanah, melainkan bukti nyata keajaiban alam yang menjadi hadiah indah dari Sang Pencipta bagi tanah air kita. Setiap sudut Merangin menyimpan rahasia keindahan yang siap memikat hati dan memanjakan mata siapa pun yang datang menjelajahnya.

Di Kecamatan Jangkat

Biarkan diri terbawa kesegaran Danau Pauh yang mengkilap seperti permata di atas ketinggian. Di sekelilingnya, hamparan kebun stroberi merah segar bersinar di bawah sinar matahari, sementara kebun kopi dan kulit manis memberikan nuansa pedas-manis khas pegunungan. Hamparan sawah yang hijau luas menambah pemandangan yang menenangkan hati. Rasakan udara sejuk yang menyegarkan paru-paru, nikmati kopi robusta Merangin yang telah dikenal secara nasional dan internasional, serta bawa oleh-oleh berupa kopi Jangkat, ubi madu, kentang, cabe, dan jeruk untuk keluarga tercinta. Tak lupa, ada tari Kadam yang telah mendapatkan penghargaan sebagai warisan budaya tak benda – sebuah kekayaan budaya yang patut disaksikan!

Di Kecamatan Lembah Masurai

Gunung Masurai yang menjulang tinggi di Desa Sungai Lalang dan Nilo Dingin menjadi latar belakang indah yang memukau. Air Terjun Segerincing di Desa Tuo dengan alirannya jernih dan dihiasi ikan semah asli Merangin akan menyegarkan tubuh dan jiwa. Sementara itu, Air Terjun Serintik Hujan Paneh di Desa Talang Paruh menyajikan pemandangan air yang jatuh lembut seperti tirai kristal di tengah pepohonan hijau lebat. Jangan lupa singgah ke kebun nanas madu milik Bu Emi dan Bu Eva di Desa Muara Kelukup – rasakan kesegarannya yang maknyos! Juga jangan lupa bawa oleh-oleh nanas madunya dengan harga bersahabat untuk keluarga dan kawan tercinta.

Di Kecamatan Renah Pembarap

Sebagai bagian dari Geopark Merangin, daerah ini terkenal dengan duku khas yang lezat. Nikmati keseruan petualangan alam bersama Air Terjun Muara Karing dan Arum Jeram, tempat yang juga menyimpan fosil batu berusia ribuan tahun – bukti perjalanan zaman yang luar biasa. Rasakan kesegaran air sungai yang mengalir dengan semangat, sambil menikmati keindahan alam sekitar yang masih alami. Daerah ini juga bisa menjadi pilihan untuk makan merawang atau bersantap di tepi sungai dengan pemandangan alam yang memukau.

Di Kecamatan Sungai Manau

Tersembunyi pesona Goa Tiangko dan Goa Senggering yang penuh misteri. Setiap lorong dan ruangan di dalam goa seolah bercerita tentang perjalanan zaman panjang – sebuah kisah sejarah yang tertanam dalam setiap lapisan batu. Di musim durian, daerah ini menjadi surga bagi pencinta buah dengan durian dusun yang manis dan lezat!

Di Kecamatan Pangkalan Jambu

Kagumkan diri pada keajaiban alam Air Terjun Telun Perentak yang memukau dan bertingkat-tingkat. Dengarkan irama alam dari jatuhnya air deras sambil merenungkan keindahannya. Daerah ini juga terkenal dengan tradisi bantai adat sapi dan kerbau menjelang puasa dan Lebaran. Anda dapat menikmati acara tersebut serta membawa oleh-oleh gelamai atau dodol tradisional khas masyarakat setempat. Selain itu, daerah ini juga memiliki sawah-sawah yang masih memamerkan keindahannya.

Di Kecamatan Bangko Barat

Ada Teluk Wang Sakti di aliran Sungai Merangin yang merupakan rute Arung Jeram dan bagian dari Geopark Merangin. Daerah ini juga memiliki budaya unik lukah gilo yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengenal budaya lokal lebih dalam.

Di Kecamatan Tabir

Temukan kehangatan sejarah melalui Rumah Tuo yang penuh makna – saksi bisu kehidupan masyarakat Merangin selama berabad-abad, di mana cerita leluhur hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Ciri khasnya, ibu-ibu dan wanita di sini masih memakai kain bawahan, menunjukkan nilai budaya yang tak lekang oleh zaman. Daerah ini juga terkenal dengan persawahan luas dan tradisi bantai adat sapi serta kerbau yang tidak kalah menarik dengan yang ada di Pangkalan Jambu. Ada juga ciri khas gulai belut yang dicampur sayur pakis, rasanya sangat nikmat.

Di Kecamatan Pamenang

Temukan Batu Bertulis di Desa Karang Berahi yang menjadi bukti perjalanan zaman. Setiap goresan pada batu menyimpan pesan dari masa lalu yang menanti untuk dibaca. Ada juga Air Terjun Telun Selango di Desa Selango dan Goa Benteng di Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan. Hamparan kebun sawit yang berjejer rapi menambah kesegaran dan keindahan pemandangan daerah ini.

Di Kecamatan Bangko

Sebagai pusat Kabupaten Merangin, Anda bisa menikmati berbagai keindahan kota yang menarik:

  • Taman Kota Bangko: Tempat ideal untuk santai, jogging, atau berolahraga bersama keluarga.
  • Taman Bujang Upik: Berada di depan Dinas Komunikasi dan Informatika serta Perkantoran Pemerintah Kabupaten Merangin – cocok untuk santai, jogging, car free day, dan berbagai kegiatan lainnya.
  • Taman Jembatan Layang: Berdekatan dengan satu-satunya jembatan layang di Provinsi Jambi dan berhadapan langsung dengan Pasar Baru Bangko.
  • Tugu Pedang: Ikon kebanggaan daerah, dekat dengan kediaman Bupati dan pusat kuliner sore hingga malam yang ramai.
  • Jam Gento: Berdiri gagah di atas bukit sebagai saksi perkembangan kota Merangin.
  • Taman Batu Sungkai: Berdekatan dengan Taman Kota Arboretum Rio Alif yang luas dan hijau.
  • Kebun Binatang Bukit Tiung: Tempat bermain dan belajar yang menyenangkan untuk seluruh keluarga.

Tak hanya keindahan alam dan sejarah, nikmati pula kelezatan produk lokal dari berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dapat ditemukan di Gerai UMKM Sungai Misang – antara lain kopi Jangkat dan Lembah Masurai, gelamai, batik asli Kungkai, Pamenang, dan Tabir Selatan. Di depan Taman Kota Pasar Bawah, tepat di samping Masjid Raya Al-Istiqomah Kota Bangko, juga terdapat berbagai UMKM dan buah-buahan segar khas Merangin – mulai dari makanan lezat hingga kerajinan tangan yang penuh keahlian.

Belum lagi wisata yang dikelola desa dan pihak swasta yang bisa jadi pilihan, seperti Wisata Air Batu di Lembah Masurai, Farenza Garden di Jangkat, Waterpark Family Abadi di Pamenang Barat, Waterpark Sikumbang di Kota Bangko, Kolam Renang Taman Ansori di Talang Kawo Bangko, Bromonya Merangin, dan Taman Lubuk Pelayang di Kecamatan Batang Masumai.

Masih banyak lagi surga wisata lain yang tersembunyi di setiap pelosok Kabupaten Merangin, seperti permata yang belum tergali penuh – menanti untuk Anda jelajahi dan nikmati setiap keindahannya.

Ayo, segera rencanakan perjalanan liburan Lebaran Anda! Ajak keluarga tercinta dan sahabat karib untuk merasakan keajaiban alam dan budaya yang hanya bisa ditemukan di Merangin. Perjalanan wisata yang tidak hanya mengasyikkan dan terjangkau, tetapi juga akan meninggalkan kesegaran dan kenangan indah yang pasti tidak akan membuat Anda menyesal. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Merangin. “Semoga alam yang indah ini tetap kita jaga bersama,” ujar Akhoi. (Diskominfo Merangin)

💫 #WisataMerangin #GeoparkMerangin #MeranginBARU #LiburanLebaran #WisataJambi #KeindahanAlam #BudayaMerangin #KulinerMerangin

AKHOI RILIS MEDIA SOSIAL RESMI PEMKAB MERANGIN

AKHOI RILIS MEDIA SOSIAL RESMI PEMKAB MERANGIN

Bangko – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS atau akrab disapa Akhoi, resmi merilis media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Merangin dan mengajak masyarakat untuk bergabung mengikutinya.

Kanal digital resmi tersebut dikelola oleh Dinas Kominfo Kabupaten Merangin dan dapat diakses melalui:

website: www.meranginkab.go.id dan diskominfo@meranginkab.go.id

Facebook: Diskominfo Kabupaten Merangin

Instagram: @Diskominfo_Merangin

Tiktok : @DiskominfoMerangin

YouTube: Diskominfo Merangin Official

Melalui platform ini, masyarakat dapat mengetahui perkembangan pembangunan berbagai sektor, informasi pelayanan publik, jadwal kegiatan pemerintah, dan capaian kerja dinas serta instansi di Merangin.

“Media sosial ini penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah, sekaligus menjadi saluran komunikasi efektif antara pemerintah dan masyarakat,” ujar Akhoi.

Ia berharap masyarakat dapat memahami program pemerintah, memberikan masukan konstruktif, dan bersama-sama menjaga kebenaran informasi di ruang digital. Semoga hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat untuk memajukan Kabupaten Merangin menuju Merangin BARU 2030.

(Kominfo Merangin)

UMKM Kabupaten Merangin Didorong Manfaatkan Era Digitalisasi untuk Jangkau Pasar Lebih Luas

UMKM Kabupaten Merangin Didorong Manfaatkan Era Digitalisasi untuk Jangkau Pasar Lebih Luas

BANGKO, Jambi – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Merangin yang kaya akan produk unggulan diharapkan terus memanfaatkan teknologi digitalisasi dalam mempromosikan hasil karya mereka. Hal itu disampaikan oleh Ahmad Khoiruddin AS (Akhoi), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin.

Menurut Akhoi, Kabupaten Merangin memiliki potensi UMKM yang luar biasa, mencakup berbagai sektor mulai dari kerajinan tangan berbahan dasar kekayaan alam, batik, hingga kuliner khas daerah. Beberapa produk unggulan yang menjadi kebanggaan Kabupaten Merangin antara lain kopi robusta dari Kecamatan Jangkat dan Kecamatan Lembah Masurai, berbagai anyaman dari berbagai kecamatan, batik kungkai Kecamatan Bangko, serta batik dari Kecamatan Pamenang, Tabir Selatan, dan Margo Tabir.

Tak hanya itu, berbagai jenis keripik hasil olahan juga tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Merangin – antara lain keripik pisang, keripik ubi, keripik kentang, keripik kelapa, berbagai varian peyek, dan kerupuk. Ada pula olahan makanan khas seperti gelamai perentak dari Kecamatan Pangkalan Jambu dan olahan belut yang menjadi spesialisasi dari Rantau Panjang, Kecamatan Tabir. Bahkan aneka kue basah dengan ragam jenisnya setiap sore terlihat dijajakan di gerai UMKM Pasar Rakyat Kota Bangko dan beberapa titik di berbagai kecamatan, yang tak kalah khas dan lezatnya. “Masih banyak produk UMKM lainnya yang memiliki kualitas baik dan layak untuk dikenal lebih luas,” ujar Akhoi.

Era digitalisasi saat ini menjadi kesempatan emas bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas penjualan dan memperluas jangkauan pasar. Dengan memanfaatkan platform digital seperti marketplace, media sosial, dan situs web khusus produk lokal, produk dari Merangin diharapkan tidak hanya dikenal di tingkat lokal atau nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.

Pemerintah Kabupaten Merangin di bawah kepemimpinan Bupati M. Syukur dan Wakil Bupati Abdul Khafid terus memberikan dukungan penuh bagi pengembangan UMKM. Bantuan yang diberikan meliputi penyediaan dana bantuan usaha, pelatihan pembuatan konten kreatif untuk promosi produk secara digital, serta pengembangan kerja sama dengan toko-toko modern yang ada di wilayah Kabupaten Merangin guna memperluas jalur distribusi.

“Semoga produk UMKM Kabupaten Merangin semakin menasional dan mendunia. Terus maju UMKM Kabupaten Merangin!” pungkas Akhoi dengan semangat. (Kominfo Merangin)

BAHAYA JUDI ONLINE: WASPADAI TREN YANG MERUGIKAN DI ERA DIGITALISASI

BAHAYA JUDI ONLINE: WASPADAI TREN YANG MERUGIKAN DI ERA DIGITALISASI

Akhoi: Jauhi Jerat yang Dapat Menghancurkan Masa Depan

Bangko – Era digitalisasi telah membawa kemudahan dan kemajuan bagi kehidupan masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Merangin. Namun di sisi lain, perkembangan teknologi juga menyimpan ancaman tersembunyi, salah satunya adalah maraknya fenomena judi online yang menjangkiti berbagai lapisan masyarakat.

Ahmad Khoiruddin AS (Akhoi), Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Merangin, mengajak masyarakat untuk tidak mengikuti tren judi online yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar. Menurutnya, judi online bukanlah solusi untuk mengatasi masalah ekonomi atau mencari kesenangan semata, melainkan sebuah jerat yang berpotensi menghancurkan masa depan.

Sebagai mantan Camat Teladan Kabupaten Merangin tahun 2017-2018, Akhoi menegaskan bahwa dampak bahaya judi online sangat luas. Secara finansial, banyak orang terjerumus dalam utang berantai karena terus mencari keuntungan yang tidak pasti, bahkan hingga kehilangan harta benda dan sumber penghidupan. Secara sosial, aktivitas ini dapat merusak hubungan keluarga, menyebabkan konflik antar anggota rumah tangga, serta membuat pelaku terisolasi dari lingkungan sosial.

Selain itu, secara hukum, judi online termasuk perbuatan terlarang di Indonesia yang dapat dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari sisi kesehatan mental, pelaku sering mengalami stres, kecemasan, dan depresi akibat tekanan dari kerugian yang diderita.

Sebagai orang yang membidangi komunikasi dan informasi yang erat kaitannya dengan digitalisasi, Akhoi mengajak masyarakat melalui pesannya: “Mari jauhi segala bentuk judi online dan jangan terpengaruh oleh rayuan atau janji keuntungan besar yang seringkali merupakan tipuan. Jangan biarkan teknologi yang seharusnya bermanfaat justru digunakan untuk hal yang merusak.”

Ia menambahkan, penting untuk memperkuat keluarga dan nilai-nilai budaya lokal yang mengajarkan kerja keras, kejujuran, dan rasa tanggung jawab. Bangun komunikasi yang baik dengan anggota keluarga agar dapat saling mengingatkan dan melindungi satu sama lain dari ancaman judi online.

“Intinya, mari gunakan era digitalisasi ini untuk hal-hal yang positif dan konstruktif, seperti mengembangkan keterampilan, mencari informasi pendidikan, berwirausaha secara sah, atau mempererat hubungan dengan orang tersayang melalui platform yang bermanfaat. Dengan demikian, kita dapat meraih manfaat penuh dari kemajuan teknologi tanpa harus terkena dampak buruknya,” pungkas Akhoi. (Kominfo Merangin)