BANGKO — Tanggal 30 September menjadi momen tak terlupakan bagi seluruh bangsa Indonesia, mengingat tragedi kelam Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G.30 S/PKI) yang merenggut nyawa putra-putra terbaik bangsa secara keji dan tanpa dosa. Sejarah pahit ini harus terus diingatkan dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak pernah terulang kembali.
‎
‎Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merangin, Ahmad Khoiruddin AS atau Akhoi, mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk kembali menyaksikan film dokumenter sejarah G.30 S/PKI sebagai sarana memahami kebenaran sejarah bangsa.
‎
‎”Di tengah perdebatan yang pernah ada, fakta tetaplah fakta — tragedi G.30 S/PKI adalah kekejaman terhadap kemanusiaan. Kita harus belajar dari sejarah bahwa cara-cara biadab memperebutkan kekuasaan sungguh-sungguh melanggar hak asasi manusia dan tidak boleh dibenarkan dengan alasan apa pun,” ujar Akhoi.
‎
‎Menurut Akhoi, menyaksikan film sejarah ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan mengambil pelajaran berharga: agar bangsa ini semakin cerdas, semakin menjaga persatuan, dan semakin teguh berdiri di atas nilai-nilai luhur Pancasila.
‎
‎”Kita ambil sisi positifnya — mari kita sadari betapa mahalnya kemerdekaan dan persatuan ini. Pancasila adalah tiang kehidupan bangsa, yang harus kita jaga, lestarikan, dan pertahankan bersama dari segala ancaman, baik dari dalam maupun luar,” tambahnya.
‎
‎Semoga luka sejarah ini menjadi pengingat abadi bagi kita semua. Tidak ada tempat bagi kekerasan, perpecahan, dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila di tanah pertiwi.
‎
‎Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026. Semoga arwah Pahlawan Revolusi ditempatkan di sisi Allah SWT. Mari kita jaga Indonesia tetap bersatu, damai, dan bermartabat.
‎
‎(Kominfo Merangin)